Tsunami Pesisir Lampung

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Sempat Menolak, 432 Warga Pulau Sebesi Akhirnya Mau Dievakuasi

Sebanyak 432 warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya bersedia dievakuasi.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Sempat Menolak, 432 Warga Pulau Sebesi Akhirnya Mau Dievakuasi
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Pengungsi asal Pulau Sebesi tiba di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, 27 Desember 2018. 

“Jumlah warga yang diangkut ini ada 432 orang. Ini penyeberangan terakhir setelah tiga kapal sebelumnya yang mengangkut warga Pulau Sebesi sejumlah 1.500 orang. Diperkirakan masih ada sekitar 400 warga yang bertahan di Pulau Sebesi,” kata Agung kepada awak media di Pelabuhan Panjang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ribuan warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku dievakuasi ke Bakauheni menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu, 26 Desember 2018.

Sejak akhir pekan kemarin, debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau.

Suara letusan Gunung Anak Krakatau pun terus terdengar sepanjang hari.

"Sekarang debu Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau, dan suara letusannya semakin kuat. Karenanya, kita minta dievakuasi, khawatir dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Suganda, warga Pulau Sebesi yang dievakuasi.

Level Siaga, Suara Menggelegar dan Kilatan Gunung Anak Krakatau Terjadi Sepanjang Hari

Abdul Raham, warga lainnya, mengaku setiap kali ada suara letusan selalu diikuti dengan kilat yang menakutkan.

Pemandangan seperti itu, imbuhnya, sebelumnya tidak pernah terjadi, meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.

"Kondisinya sangat mencekam. Debu Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti Pulau Sebesi. Suara gelegar letusan juga sangat kuat," kata dia.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau itulah yang membuat warga Pulau Sebesi meminta dievakuasi ke darat.

Halaman
123
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved