Tribun Bandar Lampung

Diduga Beri Cek Kosong Rp 270 Juta, Pengusaha Dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung

Hendri melaporkan Edy Hasuan terkait dugaan pemberian cek kosong atas biaya ongkos tarikan muatan di Pelabuhan Panjang senilai Rp 270 juta.

Diduga Beri Cek Kosong Rp 270 Juta, Pengusaha Dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung
Tribun Lampung/Romi Rinando
Inilah bukti cek yang diduga kosong pemberian Edy Hasuan, direktur utama PT Sarana Bumi Nasional (SBN). 

Menurut Hendri, PT SBN diduga tidak lagi layak dan cakap menjadi vendor di Pelabuhan Panjang.

Dia mengatakan, banyak anggota A2P3 yang mengeluhkan kinerja PT SBN karena sering menunggak pembayaran jasa bongkar muat kendaraan.

Bahkan, ada yang sampai tahunan tidak dibayar.

"Kami sayangkan PT SBN sudah tidak layak dipertahankan. Bahkan, pernah kami melaporkan PT SBN ke Polresta beberapa bulan lalu. Masalahanya sama, pembayaran lambat dan kadang tidak dibayar-bayar,” jelas dia. 

Atas banyaknya masalah tersebut, terus dia, A2P3 berencana kembali menggelar aksi mogok massal.

Ustaz Haryono Berikan Cek Kosong ke Calon Jamaah Haji yang Ditipunya

Itu jika Pelindo Panjang tidak memutus kontrak kerja dengan PT SBN selaku vendor di wilayah kerja Pelabuhan Panjang.

Karena jika terus dipertahankan, banyak anggota A2P3 yang terlilit utang.

”Kami beberapa hari lalu sudah mogok, dan kami akan kembai mogok jika pihak pelabuhan masih mempertahankan PT SBN. Kami anggota ini kerja ingin hasil, bukan ditumpuk dengan utang,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Edy Hasuan mengaku tidak mengetahui dirinya dilaporkan oleh A2P3 ke Polresta Bandar Lampung terkait dugaan penipuan karena memberikan cek kosong.

Edy mengaku hanya memiliki utang kepada Gito dan Cik Hendra, bukan A2P3.

Halaman
123
Penulis: Romi Rinando
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved