OTT KPK di Lampung

Amankan Uang Rp 1 Miliar dalam Kardus, 11 Fakta OTT KPK di Lampung yang Turut Jaring Bupati Mesuji

Dalam OTT KPK di Lampung tersebut, KPK mengamankan uang Rp 1 miliar dalam kardus. Satu di antara orang yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Bupati

Amankan Uang Rp 1 Miliar dalam Kardus, 11 Fakta OTT KPK di Lampung yang Turut Jaring Bupati Mesuji
tribunlampung.co.id/endra
Ilustrasi - Bupati Mesuji Khamami. 

Khamami menjadi bupati ketiga di Lampung yang diamankan KPK dalam setahun terakhir.

Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Lamsel Zainudin Hasan pada 27 Juli 2018.

Zainudin ditangkap terkait kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang.

Kini, adik ketua MPR, Zulkifli Hasan itu masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

Sebelum Zainudin, KPK menangkap Bupati Lamteng Mustafa pada 16 Februari 2018.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap Mustafa pada Senin, 23 Juli 2018 malam.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim juga mencabut hak politik Mustafa selama 2 tahun.

Majelis juga mewajibkan Mustafa membayar denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

7. Bupati Ketujuh Terlibat Korupsi

Khamami menjadi bupati ketujuh di Lampung yang terjerat kasus dugaan korupsi dan suap.

Sebelumnya, enam bupati di Lampung pernah terjerat kasus dugaan korupsi dan suap.

Keenam bupati tersebut, yaitu Zainudin Hasan, Mustafa, Bambang Kurniawan, Wendy Melfa, Andy Achmad, dan Satono.

8. Harta Khamami Bertambah 15 Miliar

Berdasarkan penelusuran Tribunlampung.co.id di laman acch.kpk.go.id, Khamami tiga kali mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yakni pada 2004, 2007, dan 2016.

Pada 2004, harta Khamami tercatat sebesar Rp 4,366 miliar.

Tiga tahun berselang, pada 2007, total kekayaan Khamami naik sekitar Rp 2,2 miliar menjadi Rp 6,561 miliar.

Pada laporan terakhir 19 September 2016, tercatat kekayaan Khamami mencapai Rp 22,431 miliar.

Sehingga, harta Khamami meningkat Rp 15,839 miliar dari 2004 ke 2016.

9. Partai NasDem Keluarkan 5 Sikap

Menanggapi peristiwa OTT KPK di Lampung, DPW Partai NasDem Lampung langsung menerbitkan pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Taufik Basari.

Berikut, lima pernyataan sikap DPW Partai NasDem Lampung.

1. Partai NasDem selalu mendukung dan menghormati penegakan hukum yang dilakukan KPK.

2. Kami menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

3. Bupati khamami adalah Dewan Pertimbangan Partai NasDem di tingkat kabupaten mesuji. Sebagaimana ketentuan yang berlaku di Partai NasDem jika ada kader yang terkena kasus korupsi maka pilihannya hanya dua, mengundurkan diri atau diberhentikan.

4. Melalui konfirmasi dari salah satu anggota keluarganya pagi ini, Khamami siap mengundurkan diri dari kepengurusan Partai NasDem apabila tersangkut kasus korupsi sesuai dengan komitmen yang selama ini berlaku di partai.

5. Kami akan mengikuti perkembangan kasus ini dan keterangan-keterangan resmi selanjutnya dari KPK.

10. Rumah Dinas Bupati Dijaga Polisi

Pascaoperasi tangkap tangan (OTT) KPK, suasana rumah dinas Bupati Khamami di Kecamatan Tanjung Raya tampak lengang, Kamis (24/1/2019) siang.

Pantauan reporter Tribunlampung.co.id, pintu gerbang rumdis nampak tertutup hampir seluruhnya.

Di pos penjagaan, sekitar sepuluh anggota SatPol PP tampak berjaga di depan gerbang.

Sementara di bagian tengah rumah, yang biasa dijadikan tempat menerima tamu, enam anggota kepolisian dari Sektor Tanjung Raya tampak berjaga.

Seorang anggota polisi yang diwawancarai mengaku ditugaskan untuk mengamankan rumah dinas pasca OTT KPK di Lampung.

"Kami hanya diperintahkan untuk mengamankan rumah dinas," kata seorang polisi.

 Profil Khamami, Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK Pernah Jadi Anggota DPRD Lampung 2 Periode

11. Kontraktor Diamankan

KPK menyegel kantor PT Subanus Lampung, perusahaan kontraktor yang terletak di Jalan Dr Harun II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Kamis, 24 Januari 2019.

PT Subanus Lampung diketahui milik AS, satu di antara orang yang terjaring  dalam OTT KPK pada Rabu, 23 Januari 2019.

Seorang warga setempat BN (60) menuturkan, AS dijemput petugas KPK di kantor PT Subanus Lampung.

"Kemarin, ada tiga mobil ke sini, sekitar jam setengah lima sore. Baru tahu kalau dari KPK," ungkapnya.

BN mengaku melihat beberapa orang keluar dari mobil dan masuk kantor PT Subanus Lampung.

"Nggak lama mereka keluar. Sama yang punya (AS) pergi naik mobil," tuturnya. (hanif/beni/endra)

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved