OTT di Lampung

Pasca OTT KPK, Rumdis Bupati Mesuji Khamami Dijaga Aparat Kepolisian

Pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK, suasana rumah dinas Bupati Khamami di Kecamatan Tanjung Raya nampak lengang, Kamis (24/01) siang.

Tayang:
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Endra
Pasca OTT Rumah Dinas Khamami Dijaga Polisi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK, suasana rumah dinas Bupati Khamami di Kecamatan Tanjung Raya nampak lengang, Kamis (24/01) siang.

Pantauan Tribun Lampung.co.id, pintu gerbang rumdis nampak tertutup hampir seluruhnya.

Di pos penjagaan, nampak sekitar sepuluhan anggota Sat Pol PP berjaga di depan gerbang.

Sementara di bagian tengah yang biasa dijadikan tempat Bupati Khamami menerima tamu, nampak enam anggota kepolisian dari Sektor Tanjung Raya berjaga sembari duduk santai di kursi.

Salah seorang anggota polisi yang diwawancarai Tribun mengaku ditugaskan untuk mengamankan rumah dinas pasca OTT KPK.

Bukan Hanya 8, Ternyata Sudah 11 Orang Terjaring OTT KPK di Lampung Bersama Bupati Khamami

"Kami hanya diperintahkan untuk mengamankan rumah dinas," kata salah satu anggota.

Sementara didalam bangunan yang biasa digunakan sebagai ruang protokol Bupati nampak beberapa pegawai duduk.

Dulu Minta Didampingi KPK buat Lawan Suap, Kini Bupati Mesuji Khamami Ditangkap KPK Dugaan Suap

Di pos penjagaan, nampak sekitar sepuluhan anggota Sat Pol PP berjaga di depan gerbang.

KPK Tangkap 8 Orang

Ahok Bebas Dijemput Anaknya, Ini Foto-foto Ahok Bebas dari Penjara dengan Pose Jarinya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI akhirnya buka suara terkait giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) kemarin Rabu 23 Januari 2019.

Delapan orang diamankan termasuk salah satunya Bupati Mesuji Khamami

Juru Bicara KPK Febri Diyansah melalui pesan whatsapp ke Tribun Lampung mengatakan pihaknya melakukan kegiatan OTT ditiga lokasi terpisah.

"Iya, kami lakukan OTT di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji," ungkapnya Kamis dini hari, 24 Januari 2019.

Dari hasil OTT ini, Febri menyebutkan setidaknya ada delapan orang yang terjaring ott ini, termasuk Kepala Daerah Mesuji K.

"Sampai saat ini yang diamankan 8 orang dari unsur Kepala Daerah/Bupati, PNS dan Swasta," bebernya.

Satu di antaranya Bupati Mesuji ditangkap KPK.

Febri menjelaskan, OTT dilakukan atas dugaan transaksi suap terkait proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR di Kabupaten Mesuji.

"Diduga merupakan realisasi komitmen fee proyek-proyek yang dianggarkan tahun 2018 lalu," katanya.

Dalam OTT ini, Febri mengatakan pihaknya mengamankan uang dalam pecahan Rp 100 ribu dalam kardus.

"Untuk jumlahnya masih dalam proses perhitungan," tuturnya.

Febri menambahkan, akan menentukan status kedelapan orang yang diamankan dalam gelar OTT kali ini.

"Waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan," tandasnya.

Bupati Mesuji Khamami Ditangkap KPK, Total 3 Bupati di Lampung Terjaring KPK dalam Setahun

Curi Getah Karet di Kebun PTPN VII, Warga Lampung Utara Diciduk

VIDEO - Balita asal Pesawaran Idap Hidrosefalus Harapkan Uluran Tangan

Sementara itu, pagi subuh ini mobil yang terparkir disamping Ditreskrimsus Polda Lampung mulai meninggalkan Polda Lampung.

Setidaknya tiga mobil tersebut diduga membawa tim penyidik KPK dan beberapa orang yang terjaring OTT pergi untuk bertolak ke Jakarta.

Khamami menjadi bupati ketiga yang diamankan KPK melalui OTT di Lampung dalam setahun terakhir.

Sebelumnya, Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa dan Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan telah terjaring KPK.

5 Pernyataan Sikap DPW NasDem Lampung

Operasi Tangkap Tangan  (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Mesuji Khamami membuat Partai NasDem Lampung bereaksi.

DPW Partai NasDem Lampung mengeluarkan pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua DPW NasDem Lampung Taufik Basari.

Berikut, pernyataan resmi DPW NasDem Lampung terkait Bupati Mesuji ditangkap KPK:

Menanggapi peristiwa OTT KPK kemarin sore dan malam, berikut keterangan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung:

1. Partai NasDem selalu mendukung dan menghormati penegakan hukum yang dilakukan KPK

2. Kami menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

3. Bupati khamami adalah Dewan Pertimbangan Partai NasDem di tingkat kabupaten mesuji. Sebagaimana ketentuan yang berlaku di partai NasDem jika ada kader yang terkena kasus korupsi maka pilihannya hanya dua, mengundurkan diri atau diberhentikan.

4. Melalui konfirmasi dari salah satu anggota keluarganya pagi ini, Khamami siap mengundurkan diri dari kepengurusan Partai NasDem apabila tersangkut kasus korupsi sesuai dengan komitmen yang selama ini berlaku di partai.

5. Kami akan mengikuti perkembangan kasus ini dan keterangan-keterangan resmi selanjutnya dari KPK.

Daftar Kekayaan Khamami

Bupati Mesuji Khamami terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berapa harta kekayaan Khamami selama dua periode menjabat bupati Mesuji?

Berdasarkan penelusuran Tribunlampung.co.id di laman acch.kpk.go.id, Khamami tiga kali mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yakni pada 2004, 2007, dan 2016.

Pada 2004, harta Khamami tercatat sebesar Rp 4,366 miliar.

Tiga tahun berselang, total kekayaan Khamami naik sekitar Rp 2,2 miliar menjadi Rp 6,561 miliar.

Pada laporan terakhir 19 September 2016, tercatat kekayaan Khamami mencapai Rp 22,431 miliar.

Artinya, terjadi peningkatan drastis, yakni sebesar Rp 15,839 miliar.

Dalam LHKPN 2016, Khamami memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak 41 item dengan nilai total Rp 10.359.301.000.

Sedangkan harta bergerak berupa kendaraan sebanyak 19 unit senilai total Rp 2,574 miliar.

Khamami juga tercatat memiliki 36 item usaha berupa perkebunan, perikanan, dan lainnya senilai total Rp 10,375 miliar.

Bisnis yang paling pesat perkembangannya adalah usaha burung walet dan perkebunan singkong.

Selain itu, Khamami juga punya giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 73,5 juta plus piutang sebesar Rp 550 juta.

Tapi, Khamami ternyata juga tercatat memiliki utang Rp 1,5 miliar (endra)

Tags
Khamami
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved