Dituntut 18 Bulan, Terdakwa Korupsi Proyek Islamic Center Lampung Timur Menangis

Satu dari empat terdakwa kasus korupsi pembangunan Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, menangis.

Dituntut 18 Bulan, Terdakwa Korupsi Proyek Islamic Center Lampung Timur Menangis
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Empat terdakwa kasus korupsi proyek Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, menjalani sidang beragendakan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (31/1/2019). Satu terdakwa di antaranya, Benny Purbaya (berdiri), membacakan pembelaan secara lisan sambil menangis. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satu dari empat terdakwa kasus penyelewengan dana pembangunan Islamic Center Sukadana, Lampung Timur, menangis. Air matanya menetes saat menyampaikan pembelaan usai mendengar tuntutan hukuman penjara 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan.

"Saya mengakui perbuatan saya salah. Saya meminta maaf kepada semua pihak dan meminta keringanan putusan (hukuman) dari tuntutan jaksa penuntut umum," kata terdakwa Benny Purbaya, rekanan proyek Islamic Center dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (31/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum M Habi menyatakan Benny dan tiga terdakwa lainnya bersalah telah menyelewengkan dana dan merugikan keuangan negara dalam proyek Islamic Center Sukadana, Lamtim. Nilai kerugian negara mencapai Rp 1.265.419.986 (Rp 1,2 miliar) merujuk LHAPKKN-179/PW008/5/2018, tertanggal 18 Mei 2018.

Adapun tiga terdakwa lainnya adalah Mirsuan selaku pejabat pembuat komitmen, Darmawan Erfan selaku kuasa Direktur PT Parosai, dan Suhaimi Sanjaya selaku rekanan.

"Keempat terdakwa secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan yang merugikan keuangan negara bersama-sama," papar JPU Habi.

Ia menjelaskan, keempatnya terbukti bersalah sesuai pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

"Menjatuhkan hukuman kepada keempat terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan, dengan denda Rp 50 juta subsider enam bulan penjara," ujar JPU Habi.

Hal yang memberatkan keempat terdakwa, beber JPU Habi, karena mereka tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara hal yang meringankan, imbuh jaksa, para terdakwa mengakui perbuatan dan telah mengembalikan uang kerugian negara.

Pinjam Perusahaan

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved