Tribun Bandar Lampung
Sering Banjir, BPBD Bandar Lampung Beri Pesan untuk Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung memberi pesan kepada warga terkait banjir.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
Berawal dari rumah orangtua Darlin yang terendam banjir, lokasi resepsi pernikahan Darlin-Awaluddin akhirnya pindah ke kediaman tetangga. Rumah orangtua Darlin yang terendam banjir itu berada di Kampung Sinar Binglu, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Lokasinya termasuk di dataran rendah.
"Rumah kena banjir. Air masuk jam 5 sore (17.00 WIB). Tadinya acara nikah mau di situ. Sudah pasang tarup. Puade (pelaminan) sudah siap," tutur Zubaidah (48), ibu Darlin, di lokasi resepsi pernikahan Darlin-Awaluddin, Minggu (10/3/2019).
Keluarga besar tak menyangka mendung menggantung di langit hingga air hujan tumpah, Sabtu sore hingga malam. Derasnya hujan membuat rumah dan lingkungan sekitar terendam air. Ketinggian air terus bertambah hingga tembok rumah keluarga Darlin roboh.
"Kami (keluarga dan warga lainnya) ada yang sudah naik ke atas (area lebih tinggi). Tapi, sebagian masih di bawah. Barang-barang habis (termasuk perlengkapan pernikahan). Banyak yang nggak tertolong. Itu pun separonya barang (milik) orang. Tenda kursi masih tertolong. Tinggal seadanya aja," jelas Zubaidah.
Meskipun demikian, di tengah kondisi tersebut, Darlin dan Awaluddin beserta keluarga besar tak mengurungkan resepsi pernikahan. Berkat bantuan tetangga, acara akhirnya pindah ke rumah tetangga di belakang, yang areanya lebih tinggi.
Resepsi pernikahan pun berjalan relatif lancar. Bahkan, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sempat hadir di sela-sela meninjau lokasi banjir di permukiman tersebut.
Tersisa Jamban
Di Kecamatan Panjang, banjir merendam puluhan rumah di dua kelurahan, Sabtu (9/3/2019). Selain di Kampung Sinar Binglu, Kelurahan Way Lunik, banjir terjadi di RT 15 dan 16, Lingkungan I, Kelurahan Srengsem. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah-rumah warga mencapai 1 meter.
Di RT 15, rumah milik pasangan suami istri Edi dan Sadiah habis tersapu banjir. Rumahnya rata dengan tanah. Hanya tersisa jamban.
Sadiah mengungkapkan, air masuk dan mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ketinggian air terus naik, ia lekas mengevakuasi anak kecil dan bayi.
"Posisi lagi di rumah. Air mau naik, saya cepat-cepat selametin anak kecil. Ada bayi juga," tutur Sadiah, Minggu (10/3/2019).
"Setelah naik ke atas (area lebih tinggi), tiba-tiba air nyembur. Rumah langsung habis terbawa air. Habis semua, tinggal WC aja. Itu pun pondasinya tumpah (ambrol)," sambungnya.
Sadiah menjelaskan, banjir di Srengsem, khususnya di Kampung Sinar Binglu, sudah empat kali terjadi. Namun, banjir kali kelima ini merupakan yang terparah.
"Sudah pernah empat kali banjir. Kira-kira, empat tahun sekali banjir. Tapi, yang sekarang ini paling parah," katanya.
Sarjono, ketua RT 15, mengungkapkan, air mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 16.30 WIB.