PT KAI Divre IV

Kaca Jendela KA Kuala Stabas Pecah Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal

Kaca Jendela KA Kuala Stabas Pecah Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal

Kaca Jendela KA Kuala Stabas Pecah Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal
Rls/Hms
Kaca Jendela KA Kuala Stabas Pecah Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID REJOSARI - Salah satu kaca jendela KA Kuala Stabas dengan nomor KA 11454 jurusan Tanjung Karang-Baturaja pecah karena dilempar batu oleh orang yang tidak dikenal di km 250+5/6 antara Gedung Ratu-Rejosari, sabtu (16/3).

Lemparan batu mengenai gerbong K3 01708 dan serpihan kaca berserakan di tempat duduk penumpang no.2 AB. Manager Humas KAI Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo menyatakan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. “Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan perusakan dalam bentuk apapun terhadap kereta api”, harap Sapto.

Sapto juga mengatakan bahwa pelemparan batu tersebut dapat membahayakan penumpang yang ada di dalam kereta api. “Siapa tahu yang jadi korban akibat pelemparan adalah saudaranya sendiri”, kata sapto.
Selain pelemparan batu ke kereta api, Sapto juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pencurian peralatan kereta api dan juga tidak melakukan aktivitas di sekitar rel yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Untuk mencegah terulangnya pelemparan batu, KAI akan rutin melakukan patroli dan sosialisasi ke berbagai lokasi yang rawan pelemparan maupun pencurian. “Dalam setiap sosialisasi, petugas akan menyampaikan berbagai bahaya dan kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan pelemparan dan pencurian terhadap kereta api”, jelasnya.

Lebih lanjut, Sapto mengingatkan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kemanan dan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian sesuai dengan amanat UU no.23 tahun 2007 pasal 173.

Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika melihat orang yang melakukan tindak pelemparan terhadap KA karena keselamatan perjalanan transportasi umum merupakan tanggung jawab bersama. Sementara bagi pelaku pelemparan, sesuai UU No 23 tahun 2007 pasal 180 dan Kitab UU Hukum Pidana pasal 194(1), dapat terancam hukuman pidana. (Rls/Hms)

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved