Tribun Lampung Utara
Pria Asal Jawa Timur Cabuli Gadis 14 Tahun Sejak SD Kelas V di Lampung Utara, Nekat ke Rumah Korban
Seorang pria di Lampung Utara mencabuli gadis berusia 14 tahun berulang kali. Pelaku yang berusia 51 tahun tersebut
Penulis: anung bayuardi | Editor: Ridwan Hardiansyah
Sebelumnya, seorang guru beladiri di Kampung Cabang, Kacamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur yang merupakan muridnya berinsial DR (12).
Atas kejadian itu, korban mengalami pendarahan hebat.
• Pria Cabuli Adik Iparnya di Lampung, Pelaku Bilang Kedinginan Akibat Hujan Saat Naik Motor Berdua
Ibu korban DR, Nur (48), warga Kecamatan Seputih Surabaya, Senin 8 April 2019 mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa putri bungsunya itu.
Menurutnya, dugaan kekerasan seksual yang menimpa anaknya terjadi pada 1 April 2019 lalu.
Saat itu, ia bersama dengan sang anak pergi ke Kampung Sidodadi.
Ketika itu datang AR (30), terduga pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya.
AR sendiri merupakan masih kerabat korban.
Sekitar pukul 21.30 WIB, terduga pelaku mengajak DR ke rumahnya dengan alasan akan latihan beladiri.
Ibu korban tidak menaruh curiga apapun, lantaran selama ini memang korban dekat dengan terduga pelaku.
"Tidak selang berapa lama datang kerabat saya yang lain bilang kalau anak saya (DR) dibawa ke seorang mantri di Kampung Sumber Agung, dengan alasan yang belum diketahui," terang Nur ditemani LPA Lampung Tengah.
Setelah itu, datang saksi yang sama memberi tahu jika anaknya mendapatkan pendarahan dan Mantri tersebut tak bisa menangani pendarahan sang anak, sehingga harus dipindahkan ke dokter kampung lainnya.
Pada tengah malam, kemudian saksi, pelaku, dan korban dibawa pulang ke rumah ibunya di Kampung Cabang.
• Kakek Cabuli Siswi SD di Lampung Tengah, Ayah Korban Kaget Dengar Ucapan Istrinya
Saat itu, pelaku mendekati saya dan bilang kalau DR terjatuh dari kamar mandi dan daerah vitalnya terkena ujung keramik sehingga terjadi pendarahan.
"Pelaku malam itu sempat menenangkan saya, dia bilang saya tanggung jawab mbak, tenang saja," kata Nur sambil menirukan ucapan AR dan dia saat itu belum mengerti kenapa terduga pelaku mengucapkan itu.
Karena kondisi DR yang merupakan siswa kelas VI SD masih mengalami pendarahan, kemudian pada tanggal 2 April korban dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro.