Pancaroba Waspada Penyakit Urtikaria
Kondisi cuaca tak menentu saat ini bisa memicu ragam jenis penyakit. Satu diantaranya kaligata atau dalam dunia kedokteran disebut urtikaria.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: martin tobing
Angioedema berbeda dengan utikaria.
Bedanya urtikaria terjadi di lapisan epidermis, sementara angioedema di lapisan dermis.
Perbedaan lain, angioedema berupa bengkak dikelopak mata, mulut, bahkan saluran nafas yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan saluran nafas.
Setelah sembuh angioedema tidak berulang. Berbeda dengan urtikaria yang bisa berulang.
"Contoh saat umur 30 tahun sembuh dari urtikaria. lalu lima tahun kemudian urtikaria muncul lagi," jelas dr Putri.
Meski berbeda dengan urtikaria, penyebab angiodema sama dengan utikaria.
Konsultasi ke Dokter
• Mengenal Penyakit Autoimun dan Dampak Bagi Tubuh
Masyarakat terkena urtikaria disarankan langsung konsultasi ke dokter untuk menerima perawatan.
Dokter akan memberikan obat antihistamin dan salep steroid
Antihistamin diberikan karena patogenesis dalam badan ada sel mast yang melepaskan histamin.
Itu menyebabkan fasodilatasi pembuluh darah, sehingga timbul bentol merah
Sedangkan salep steroid untuk anti radang.
Saat kulit mengalami urtikaria, muncul bercak merah yang menandakan terjadinya peradangan di pembuluh darah.
• Kenali Ragam Jenis Penyakit Asma Guna Penanganan Medis Tepat
"Untuk urtikaria idiopatik, saya bisa mengobatinya dengan terapi darah di Rumah Sakit Graha Husada".
"Tapi terapi itu tidak menghilangkan, melainkan mengurangi intensitas kekambuhan," kata dr Putri.
Sementara itu untuk pengobatan dari angioedema, sama dengan urtikaria, menggunakan antihistamin dan salep steroid.
Semisal angioedema mengenai saluran nafas, harus dibawa ke UGD untuk injeksi obat.
Jika tidak dilakukan bisa terkena penyempitan saluran nafas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penyakit-urtikaria.jpg)