Tribun Bandar Lampung

Raih Predikat Museum Terinspiratif, Tim Museum Lampung Diskusi Alot

Expo Nusantara 2019 sekaligus perayaan HUT Ke-44 TMII di Jakarta, 19-21 April 2019, menjadi berkah bagi Museum Lampung.

Raih Predikat Museum Terinspiratif, Tim Museum Lampung Diskusi Alot
Istimewa
MUSEUM TERINSPIRATIF -┬áKepala UPTD Museum Lampung Zuraida Kherustika memegang piala dan plakat Museum Terinspiratif saat berfoto bersama jajaran dalam perhelatan Expo Nusantara 2019 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (21/4/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perhelatan Expo Nusantara 2019 sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun Ke-44 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, 19-21 April 2019, menjadi berkah bagi Museum Lampung. Dari 46 museum senusantara, Museum Lampung meraih predikat museum terinspiratif senasional.

Pada Expo Nusantara ini, Museum Lampung menampilkan kain tapis. Satu motif tapis yang tersaji adalah motif celugam. Penggunaan kain tapis motif celugam biasanya saat acara adat, seperti perkawinan, yang juga menempel di dinding dan kasur.

Pihak Museum Lampung sengaja menampilkan kain tapis karena merujuk tema yang berkaitan dengan industri kreatif sekaligus menginspirasi. Dengan motif seperti ketupat, kain tapis motif celugam bisa menjadi berbagai macam kerajinan, seperti jilbab dan lainnya.

"Tema dari gelaran ini menuntut para kontestan menampilkan hasil karya terbaik agar orang banyak bisa menikmati. Juga akhirnya menginspirasi bagi para kreator nasional, termasuk dewan juri, untuk mengembangkannya menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Museum Lampung Zuraida Kherustika di ruang kerjanya, Rabu (24/4/2019).

Tidak mudah bagi Museum Lampung hingga bisa menyuguhkan kain tapis pada Expo Nusantara 2019. Apalagi, waktu persiapan terbilang pendek, yaitu dua bulan. Tim yang terlibat harus adu argumentasi dalam persiapan.

"Awalnya kami ingin menampilkan rotan atau bambu. Tapi akhirnya kami pilih tapis yang jadi project utamanya," tutur Zuraida.

"Kami pilih kain tapis motif celugam yang tadinya sebatas kain hiasan dinding, tapi sekarang sudah memiliki nilai lebih," sambungnya.

Kepala Seksi Pelayanan Museum Lampung Budi Suprianto mengungkapkan, sebelum tampil, sempat ada banyak sumbangan ide. Hal itu pula yang membuat tim harus berdiskusi alot untuk menentukan satu suguhan saat Expo Nusantara 2019.

"Banyak perdebatan demi mencari hasil terbaik. Sampai berhari-hari, memutar otak apa yang harus kami tampilkan supaya dewan juri melirik karya dari Museum Lampung," kata Budi.

Tim akhirnya memilih tema tekstil, tepatnya kain tapis, di mana tidak ada daerah bahkan negara di dunia yang memiliki kain tapis, selain Lampung. Apalagi, kain tapis sudah menjadi identitas budaya Lampung.

"Dalam dunia industri kreatif yang berkembang pesat, simbol ini tetap hidup dan lestari. (Kain tapis) tetap memperlihatkan identitas budaya Lampung dalam karya yang indah dan bernilai jual tinggi," jelas Budi.

"Kami juga ingin kearifan lokal ini tetap mendunia setelah beberapa waktu terakhir kontestan ajang bergengsi Putri Indonesia juga pernah menggunakan kain tapis," imbuhnya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved