Tribun Lampung

Berubah Nama Jadi Global Surya Islamic School, Global Surya Akan Bangun Karakter Pelajar

Sekolah Global Surya kini beralih menjadi sekolah Islam terpadu. Nama resminya adalah Global Surya Islamic School Boarding and Non-Boarding.

Editor: Yoso Muliawan
Istimewa
KUNJUNGAN GLOBAL SURYA - Ketua Yayasan Global Surya, Andi Surya (tengah, berpeci), beserta rombongan berbincang dengan Pemimpin Perusahaan Tribun Lampung Daryono (dua dari kanan) dan jajaran saat kunjungan silaturahmi ke Tribun Lampung, Senin (29/4/2019) sore. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sekolah Global Surya kini beralih menjadi sekolah Islam terpadu. Nama resminya adalah Global Surya Islamic School Boarding and Non-Boarding.

Ketua Yayasan Global Surya Andi Surya memastikan hal tersebut dalam kunjungan silaturahmi ke Tribun Lampung, Senin (29/4/2019) sore.

"Dari sebelumnya Global Surya International School, sekarang nama sekolah kami menjadi Global Surya Islamic School Boarding and Non-Boarding," kata Andi dalam dialog dengan Pemimpin Perusahaan Tribun Lampung Daryono, Manager Online Safruddin, dan Redaktur Kota Yoso Muliawan.

Terkait Boarding dan Non-Boarding, Andi menjelaskan, Sekolah Global Surya menyediakan fasilitas asrama (boarding). Khususnya, bagi pelajar dari luar Bandar Lampung dan Lampung.

Sementara untuk non-boarding, pelajar yang bertempat tinggal di Bandar Lampung bisa pulang dan tidak tinggal di asrama.

Andi mengungkapkan, dalam perubahan dari sekolah internasional menjadi sekolah Islam terpadu ini, Global Surya menekankan pembangunan karakter dan moral para pelajar.

"Kami ingin pendidikan anak-anak tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga karakter dan moral," ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah RI utusan Lampung itu.

Ketua Penjamin Mutu Global Surya Imam Sentosa yang turut hadir dalam kunjungan menerangkan, dalam perubahan itu, Global Surya menitikberatkan tiga hal, yakni karakter, kompetensi, dan literasi. Global Surya, jelas dia, ingin membangun karakter para pelajar.

"Global Surya akan mendidik anak-anak sesuai tuntunan Al-Qur'an agar mereka memiliki akhlak mulia. Jadi, tidak hanya memikirkan dunia, tapi juga akhirat. Apalagi sekarang sudah terjadi krisis moral, khususnya generasi muda," katanya.

Namun demikian, ungkap Imam, Global Surya tidak akan melupakan kompetensi. Hanya saja, sambung dia, Global Surya akan menekankan kompetensi yang lebih spesifik dari para peserta didik.

"Tetap mengacu kurikulum nasional. Anak-anak akan tetap ujian, sehingga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hanya, kami akan lebih spesifik terkait kompetensi. Sebab, siswa-siswi punya kompetensi berbeda-beda. Masing-masing memiliki bakat dan minat sendiri yang tidak bisa kita paksakan," jelasnya. 

Dalam proses perubahan menjadi Global Surya Islamic School Boarding and Non-Boarding, papar Imam, Global Surya akan memberi pelatihan kepada para guru terkait pembangunan karakter anak didik.

Libatkan Orangtua

Haryanto, anggota Tim Penjamin Mutu Global Surya, menambahkan, Global Surya juga akan melibatkan orangtua dalam proses pendidikan anak.

"Selama ini, banyak orangtua menyerahkan anak mereka sepenuhnya kepada pihak sekolah. Ini anak saya, saya bayar, saya serahkan. Padahal, tidak bisa begitu. Orangtua harus terlibat dan tahu seperti apa perkembangan pendidikan anaknya di sekolah," terang Haryanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved