PT KAI Divre IV

KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi

KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi

KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi
Rls/humas
KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA -Seringnya terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang antara kereta api dengan kendaraan bermotor maupun penyeberang biasanya disebabkan karena human error.

KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi
KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi (Rls/humas)

Untuk mencegah kecelakaan di pintu perlintasan tersebut, PT. KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang bekerja sama dengan Railfans Baradipta menyosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api dan berlalu lintas di perlintasan KA JPL no 29 km 97+907 Kotabumi‬, Minggu 28 April 2019.

Sosialisasi digelar dengan aksi membentangkan spanduk berisi tulisan ajakan dan imbauan mematuhi aturan (uu) berlalu lintas saat melintasi rel kereta api yang sebidang dengan badan jalan serta mengatur arus lalu lintas kendaraan, pembagian brosus, dan juga pembagian PIN keselamatan.

KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi
KAI Divre IV bersama Railfans Baradipta Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di Kotabumi (Rls/humas)

Manajer Humas Divre IV Tanjung Karang Sapto Hartoyo mengatakan, pihaknya merasa perlu menyosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan JPL no 29 km 97+907 Kotabumi.

"Pada dasarnya sosialisasi yang dilakukan ini lebih pada imbauan pada masyarakat pengguna jalan raya yang akan melintasi pintu perlintasan agar lebih waspada dan berhati-hati," ujarnya.
Menurut Sapto, salah satu penyebab kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa adalah lalainya masyarakat memperhatikan perlintasan rel kereta api.

"Pengendara tidak tengok kanan-kiri serta masih adanya pengendara yang menerobos perlintasan walaupun jelas-jelas sudah ditutup. Terburu-buru sehingga kewaspadaannya kurang," ucapnya.

Apalagi, jika akan menyeberang di perlintasan sebidang di pintu perlintasan tidak resmi.

Artinya pintu perlintasan yang tidak ada kelengkapan pengaman seperti perlintasan resmi.

Misalnya, tidak ada alarm, palang pintu otomatis, pengatur perlintasan, dan lain-lain.

"Maka di sini perlu kewaspadaan dan kehati-hatian karena menyangkut perjalanan kereta api dan perlintasan kendaraan," tuturnya.

Relawan yang turun melakukan sosialisasi lebih dari 15 orang, mereka melakukan imbauan dan sosialisasi selama dua jam mulai dari pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Sedikitnya akan dilakukan sosialisasi dua kali di lokasi yang sama.

"Perlintasan kereta api lain juga menjadi perhatian kami. Setelah di perlintasan JPL no 29 km 97+907 Kotabumi ini, nanti kami bergerak di wilayah Divre IV lainnya. Mudah-mudahan masyarakat bisa timbul kesadarannya untuk lebih berhati-hati," tutupnya.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved