Tribun Tulangbawang

April Ada 178 Kasus Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama Tuba

Sampai April 2019, lebih dari 100 perkara perceraian masuk ke Pengadilan Agama Tulangbawang.

April Ada 178 Kasus Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama Tuba
SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

April Ada 178 Kasus Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Sampai April 2019, lebih dari 100 perkara perceraian masuk ke Pengadilan Agama Tulangbawang.

Dari jumlah itu, faktor ekonomi mendominasi sebagai pemicu retaknya hubungan rumah tangga di Tulangbawang.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tulangbawang Rahmiyati mengatakan, hingga bulan April 2019, tercatat 178 perkara pengajuan perceraian masuk.

Salah Satunya Virgo, 5 Zodiak yang Rentan Terhadap Perceraian

"Jumlah itu terus meningkat dari bulan ke bulan. Dan faktor yang mendominasi kasus perceraian ini karena faktor ekonomi," terang Rahmiyati, Rabu (08/05).

Meningkatnya angka perceraian itu bisa dilihat dari gugatan yang masuk pada Januari 2019 yang jumlah pengajuan perceraian yang masuk berjumlah 40 perkara.

Kemudian, bulan Februari meningkat menjadi 42 perkara. Di bulan Maret tercatat 43 perkara masuk dan April melonjak menjadi 53 perkara masuk mengajukan perceraian.

Dari jumlah itu, sekitar 80 persen alasan perceraiannya karena faktor ekonomi."Alasan lainnya, karena masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan adanya orang ketiga dalam rumah tangga," papar Rahmi.

Rahmi mengatakan, pada perkara yang masuk itu rata-rata diajukan oleh kaum perempuan.
Perbandingannya, 60 persen gugatan cerai diajukan perempuan dan 40 persen diajukan oleh laki-laki atau suami. "Usia mereka rata-rata masih produktif. Antara 30 sampai 35 tahun," tandas Rahmi.

63 Kasus karena Selingkuh

Halaman
12
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved