Mudik Lebaran 2019

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Siapkan Dua Kereta Api Reguler Selama Masa Mudik Lebaran 2019

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Siapkan Dua Perjalanan Kereta Api Reguler Selama Masa Mudik Lebaran 2019

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Siapkan Dua Kereta Api Reguler Selama Masa Mudik Lebaran 2019
Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin
Penumpang antre beli tiket kereta api di Stasiun Tanjungkarang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divre IV Tanjung Karang hanya menyiapkan dua perjalanan kereta api reguler selama masa angkutan Lebaran yaitu KA Sriwijaya dan KA Rajabasa tanpa ada perjalanan kereta api tambahan.

Hal tersebut diungkapkan Sulthon Hasanudin, Kadivre IV PT KAI Tanjungkarang, Minggu (12/5/2019).

"Melalui persiapan yang matang, kami berharap moda transportasi kereta selama masa angkutan lebaran 2019 ini dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali," paparnya.

Menurutnya, pihaknya mencatat sampai tanggal 11 Mei 2019 masih tersedia 11.132 tempat duduk untuk perjalanan kereta api pada masa angkutan Lebaran pada 26 Mei-16 Juni 2019.

Jumlah tersebut setara dengan 54,4 persen dari total tiket yang tersedia pada masa libur Lebaran yang sekitar 24.420 tempat duduk.

"Jadi secara rinci, tempat duduk untuk kelas ekonomi yang masih tersedia sebanyak 2.042, dan kelas eksekutif sebanyak 9.090 tempat duduk," ungkapnya.

Sulthon menyampaikan, tiket perjalanan untuk kereta api reguler saat musim mudik Lebaran 2019 ini telah mulai dijual sejak H-90 hari raya, atau pada 25 Februari 2019.

"Untuk pembelian tiket sendiri ada beberapa cara yang bisa dilakukan calon penumpang, bisa secara on-line dengan KAI ACCES maupun lewat chanel2 eksternal yang telah bekerjasama dengan PT. KAI," jelasnya.

Selain itu penumpang juga dapat membeli langsung melalui loket-loket stasiun selama tempat duduk masih tersedia, loket dioperasikan mulai jam 08.00 – 16.00 WIB.

Lebih lanjut Sapto mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalan mudik dengan menggunakan transportasi kereta api untuk bisa merencanakan dengan baik.

"Ya mengingat terbatasnya jumlah tempat duduk kereta api yang tersedia," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved