Breaking News:

Kapolsek Kompol Donny Hedridunand Turun Bubarkan Balap Liar, Pelaku yang Terjaring Ungkap Alasan

Kapolsek Kompol Donny Hedridunand Turun Bubarkan Balap Liar, Pelaku yang Terjaring Ungkap Alasan

Penulis: syamsiralam | Editor: Safruddin
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Kapolsek Kompol Donny Hedridunand Turun Bubarkan Balap Liar, Pelaku yang Terjaring Ungkap Alasan 

Kapolsek Kompol Donny Hedridunand Turun Bubarkan Balap Liar, Pelaku yang Terjaring Ungkap Alasan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bulan puasa seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Namun hal itu tercorengi oleh ulah puluhan anak muda yang justru menjadikan momen Ramadan untuk kebut-kebutan dengan mengendarai sepeda motor yang justru mengeluarkan suara bising.

Jalur Lingkar Barat (Jalinbar) Gunung Sugih-Terbanggi Besar, di ruas Kampung Adi Jaya, sejak awal Ramadan lalu.
Setiap sore hingga malam hari puluhan anak baru gede (ABG) selalu berkumpul dan balapan liar sepeda motor di jalur lurus dengan panjang lebih kurang satu kilometer.
Kondisi itu membuat sejumlah masyarakat akhirnya melaporkan ulah puluhan anak muda itu ke Polsek Terbanggi Besar. 
Walhasil, setelah mendapat laporan warga anggota Polsek Terbanggi Besar yang dipimpin langsung Kapolsek Komisaris Donny Hendridunand, membubarkan balapan liar itu pada Minggu (12/5/2019) malam lalu.
Puluhan anggota Polsek yang sudah mengintai sejak sore hari, akhirnya benar-benar melakukan pengejaran kepada para pelaku balap liar di Kampung Adi Jaya. 
Sontak, suasana di lokasi pun menjadi kocar-kacir, bahkan sebagian harus terjatuh dari motornya, sementara yang lainnnya harus meninggalkan motor mereka begitu saja.
Untuk mengindari petugas, banyak para anak muda yang melarikan diri masuk ke gang-gang perumahan warga sekitar lokasi.
Ada juga yang nekat menyeberangi jembatan-jembatan setapak ke areal pertanian, juga bersembunyi ke areal perkebunan.
Kapolsek menjelaskan, aksi para pemuda itu dianggap sudah meresahkan para pengguna jalan dan juga warga di sekitar lokasi.
Untuk itu, jajarannya mengambil tindakan pembubaran balapan liar tersebut.
"Karena memang sudah banyak laporan masyarakat kalau aksi kebut-kebutan di sini (Jalinbar Kampung Adi Jaya) sering dilakukan. Makanya kami (jajaran Polsek Terbanggi Besar) turun langsung ke lokasi dan membubarkan balapan liar," kata Donny Hendridunand, Sabtu (13/5/2019).
Dari aksi penggerebekan balapan liar itu, puluhan pemuda berhasil diamankan di lokasi dan dua di antaranya adalah perempuan.
"Mereka yang kita amankan tidak kita lakukan penahanan, dan hanya kita berikan sanksi berupa Push Up. Kita juga memberikan surat keterangan supaya mereka tidak mengulangi lagi aksi balapan liar," ungkapnya.
Tak hanya pengamankan para pelakunya, polisi juga mengamankan barang bukti empat unit sepeda motor yang tidak dilengkapi oleh surat-surat kepemilikan.
Ade salah seorang remaja pelaku balap liar yang diamankan mengatakan, bahwa balapan liar yang mereka lakukan hanya untuk sekedar menghabiskan waktu selama Ramadan. 
"Cuma buat rame-ramean aja. Kayak gini (balapan liar) kalau (setiap) puasa kayak gini. Kesini juga karena ikut kawan tadi rame-rame," kata pemuda warga Kecamatan Seputih Agung yang masih duduk di bangku SMA itu.
Pelaku lainnya Andre mengatakan, ia tidak ikut balapan liar namun hanya sekedar nongkrong di lokasi saja. Andre mengaku panik ketika aparat kepolisian melakukan penggerebekan. 
"Saya tadi lari karena panik saja tiba-tiba ada polisi dan mengejar. Saya cuma duduk-duduk saja habis buka puasa tadi. Karena ramai ya nongkrongnya di sini. Saya gak ikut-ikutan balapan (liar)," terang Andre.
Salah satu ABG perempuan yang ikut diamankan yang enggan disebut namanya menyatakan hanya diajak kawan lelakinya untuk kumpul ikut balapan liar.
Menghabiskan waktu bertemu teman-teman dari berbagai kawasan Seputih Agung dan Terbanggi Besar.
Ia mengaku, banyak dari kawan-kawan seusianya baik perempuan dan lelaki, jika setiap Ramadan selalu menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa dengan cara nongkrong di pinggir jalan.
Para pelaku yang diberikan sanksi Push Up kemudian menyatakan tidak akan mengulangi lagi perbuatan mereka kebut-kebutan di jalan. 
Suhud, salah seorang warga mengatakan, selain menimbulkan kebisingan keberadaan para pemuda dengan melakukan balapan liar juga membuat kekhauyukan beribadah terganggu.
"Ya hampir setiap tahun seperti ini. Kita tergganggu, yang mau salat magrib, atau sampai salat tarawih karena (suara mesin motor) sangat bising, ribut, menganggu masyarakat yang mau beribadah," ujar Suhud.
Warga akhirnya bersyukur karena kepolisian melakukan pengejaran dan membubarkan aksi balapan liar para anak-anak muda itu. 
Warga berharap, kebut-kebutan di Jalinbar itu tidak kembali dilakukan. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan lingkungan serta saling menghormati sesama.
(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)
 
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved