Berita Lampung Terpopuler Minggu 26 Mei 2019, Kisah PSK Paruh Baya di Lampung, Pelangganya Pelajar!
Berita Lampung Terpopuler hari Minggu 26 Mei 2019 di portal Tribunlampung.co.id.
Penulis: teguh prasetyo | Editor: wakos reza gautama
Kerabat Alay, Yurike dan Antonius Hadiyanto membuat laporan ke Polda Lampung mengenai dugaan adanya keterangan palsu ke dalam akta autentik.
Pelaporan ini dilakukan kuasa hukum yang ditunjuk yakni Japriyanto Manalu di Polda Lampung, Selasa 9 Mei 2019.
Informasi yang dihimpun, keluarga Alay melaporkan keluarga Budi Winarto yang meliputi PI, BK dan FY atas dugaan pemalsuan keterangan ke dalam surat autentik perjanjian.
Yurike dan Antonius Hadiyanto sendiri terlibat dalam kerjasama dengan Budi Winarto pada pengelolaan saham pabrik air mineral Tripanca PT Prabutirta Jaya Lestari.
Semula pengelolaan saham tersebut berjalan baik, hingga peningkatan modal sesuai dengan akta notaris nomor 77 PT Prabutirta Jaya Lestari tanggal 25 November 2011.
Namun berjalannya waktu pengelolaan saham tersebut diduga dirubah tanpa sepengetahuan Yurike dan Antonius Hadiyanto.
Pihak Budi Winarto diduga melakukan perbuatannya berdasarkan terbitnya akta notaris nomor 94 tertanggal 25 Agustus 2014 tentang pernyataan keputusan rapat para pemegang saham PT Prabu Tirta Jaya Lestari.
Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Japriyanto Manalu membenarkan atas laporan tersebut.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
• 3 Filosofi Ini Dipegang Jokowi Hingga Menangkan Pilwali Solo, Pilgub DKI Jakarta dan 2 Kali Pilpres
5. Driver Ojek Online Antar Pria ke Markas Paspampres Lewati Aksi 22 Mei: Terabas Benteng Pertahanan
Sebuah kisah pengemudi atau driver ojek online saat Aksi 22 Mei beredar di media sosial.
Sang driver ojek online mengaku harus mengantarkan seorang pria ke Markas Paspampres melewati polisi dan massa Aksi 22 Mei 2019.
Kisah driver ojol tersebut pun menjadi viral di media sosial.
Kisah itu diunggah akun Instagram @keluhkesahojol.id pada hari Kamis (23/5/2019).
Cerita yang menjadi viral tersebut bermulai dari seorang driver ojol bernama Wahyu Pratama.
Ia mendapat pesanan atau order dari pria yang diduga anggota Paspampres.
Pesanan itu dia terima tepat di hari terjadinya aksi 22 Mei 2019.
Kala itu, sang Paspampres sedang berada di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta.
Ia hendak menuju Markas Paspampres.
Markas Paspampres berada di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Berita selengkapnya bisa baca di sini.
(tribunlampung.co.id/teguh prasetyo)