PT KAI Divre IV

Sudah 3.000-an Penumpang Berangkat Mudik Naik Kereta Api

Sekitar 3.000 pemudik telah berangkat ke kampung halaman menggunakan moda transportasi kereta api.

Sudah 3.000-an Penumpang Berangkat Mudik Naik Kereta Api
Tribun Bandar Lampung/Bayu Saputra
CEK PENUMPANG KA -┬áPolisi Khusus Kereta Api (Polsuska) memeriksa barang bawaan penumpang di Stasiun KA Tanjungkarang, Rabu (29/5/2019) malam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sekitar 3.000 pemudik telah berangkat ke kampung halaman menggunakan moda transportasi kereta api. Para pemudik bertolak dari Stasiun KA Tanjungkarang menuju Stasiun KA Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Stasiun KA Tanjungkarang Tri Haryanto menjelaskan jumlah pemudik tersebut meningkat sekitar lima persen dari masa mudik Lebaran 2018.

"Tahun lalu, data kami hanya sekitar 2.850 penumpang sampai H-7 Lebaran. Tahun ini sudah 3.000 penumpang," katanya, Rabu (29/5/2019) malam.

Pihaknya pun memperkirakan jumlah penumpang meningkat drastis pada H-3 Lebaran, Minggu (2/6/2019).

Hesi, penumpang KA tujuan Palembang, mengaku sudah sering mudik atau pulang kampung menggunakan kereta api.

"Sudah sering naik kereta api. Tinggal duduk, nggak harus kepanasan. Fasilitasnya juga sudah nyaman," ujarnya.

PT Kereta Api Divisi Regional IV Tanjungkarang telah menyiapkan 387 personel keamanan pada masa mudik Lebaran ini. Mereka akan menyebar untuk melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, hingga jalur lintasan yang rawan.

Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo merinci 387 personel keamanan itu terdiri dari 43 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 264 personel security, serta bantuan eksternal 80 personel TNI dan Polri.

"Para personel akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun patroli secara mobile di jalur KA yang rawan gangguan seperti rawan pencurian dan rawan pelemparan kereta api. Serta pengamanan di obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif," jelasnya pekan lalu.

Demi keamanan dalam perjalanan, pihaknya berpesan kepada para penumpang agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan dan mencolok. Sebab, hal itu bisa memancing pelaku kejahatan.

"Sebaiknya penumpang tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan. Salah satu tindak kejahatan yang kerap menimpa pemudik adalah bius dan gendam (hipnotis)," kata Sapto. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved