Apa Beda Penipuan dan Penggelapan?

Saya sering mendengar kata-kata penipuan dan penggelapan. Kedua- duanya tentu menimbulkan korban dan kerugian.

Apa Beda Penipuan dan Penggelapan?
penipuan ilustrasi

Apa Beda Penipuan dan Penggelapan?

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum. Saya sering mendengar kata-kata penipuan dan penggelapan. Kedua- duanya tentu menimbulkan korban dan kerugian.

Orangtua Pria Ingin Ambil Hak Asuh Anak

Yang ingin saya tanyakan apakah perbedaaan antara penipuan dan penggelapan? Terima kasih atas penjelasannya

Pengirim: +6281282067xxx

Yang Membedakan Modus Perbuatannya

Di dalam keseharian masyarakat, ada banyak dikenal jenis tindak pidana (kejahatan) di antara pencurian, pembunuhan, pencabulan, pemalsuan, perselingkuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pengeroyokan termasuk penipuan dan penggelapan, dan lain sebagainya.

Tindak pidana penipuan dan penggelapan ini kadang menjadi perbuatan yang dilakukan secara berbarengan atau berdiri sendiri-sendiri, hal ini juga sering terjadi terhadap tindak pidana penganiayaan bersamaan dengan pengeroyokan.

Iringan Klub Motor Halangi Laju Kendaraan Lain

Pada dasarnya perbedaan antara penipuan dan penggelapan itu cukup mendasar, hal ini dapat dilihat dari pengertian dan rumusan perbuatan dimaksud sebagaimana di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Di dalam Bab XXIV Pasal 372 mengenai Penggelapan dijelaskan pengertian penggelapan adalah barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.

Tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Sementara pengertian penipuan berdasarkan ketentuan Bab XXV mengenai perbuatan Curang Pasal 378 dijelaskan bahwa barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Dari rumusan pasal di atas bahwa jelas kalau penipuan itu dilakukan dengan berbagai upaya atau tipu muslihat dalam menguasai milik orang lain dan penggelapan yakni terletak pada perbuatan penguasaan barang yang sudah ada padanya tidak dikembalikan kepada pemiliknya.

Gindha Ansori Wayka, SH MH
Akademisi dan Praktisi Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved