Kasihan, Penumpang KMP Sebuku Merak-Bakauheni via Dermaga Eksekutif Duduk Melantai di Lorong Kapal

Kasihan, Penumpang KMP Sebuku Rute Merak-Bakauheni via Dermaga Eksekutif Duduk Melantai di Lorong-lorong Kapal

Jadi, semestinya, kepadatan penumpang Merak-Bakauheni tidak terlalu tinggi.

Dengan demikian, penumpang yang melalui Dermaga Eksekutif bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

Untuk Dermaga Eksekutif ini, selain waktu tempuh untuk menyeberang diperkirakan hanya satu jam, kapal yang digunakan juga tergolong mewah dengan fasilitas eksekutif yang aman dan nyaman.

Untuk kendaraan yang menyeberang melalui Dermaga Eksekutif dipatok tarif yang tinggi. Misalnya untuk kendaraan Golongan IV, tarifnya hampir dua kali lipat dari tarif dermaga biasa, yakni Rp 579 ribu.

Namun, jika mengacu pada kejadian di KMP Sebuku yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada Sabtu siang, maka fasilitas yang dijanjikan bagi penumpang tidak terwujud.

"Kami bayar mahal lewat Dermaga Eksekutif, tapi malah ditelantarkan seperti ini," kata seorang ibu yang bersama dua anaknya yang masih kecil duduk di selasar kapal.

Beberapa penumpang kemudian mengajukan protes ke petugas kapal. Tapi, mereka juga tidak memberi solusi dengan baik. Malah mereka menunjuk lorong-lorong kapal dan mempersilakan duduk di lantai lorong.

Setelah seorang penumpang protes keras, bahkan dengan nada suara tinggi, akhirnya petugas kapal mengambil matras dan mempersilakan penumpang duduk di atas matras di lorong-lorong kapal.

Perwira Polisi Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri dalam Kondisi Duduk

KMP Sebuku merupakan kapal tipe Ro-Ro milik PT ASDP Indonesia Ferry.

"Ini seharusnya menjadi tanggungjawab ASDP. Kok dibiarkan kapal mengangkut penumpang jauh melampaui kapasitas. Apalagi hal ini terjadi di Dermaga Eksekutif," tutur seorang penumpang yang tinggal di Bandar Lampung.

Halaman
123
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved