Anak Miskin Ditolak di SMP Negeri, Kalah di Usia dari Peserta Lain
Muhammad Pasha Pratama (12), harus merasakan kekecewaan yang mendalam. Bagaimana tidak kecewa, Ia gagal diterima menjadi siswa SMPN 2 Karangmojo.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Heribertus Sulis
Pasha dan ayahnya, Sugeng, telah lama tinggal di rumah kakek-neneknya itu.
Sugeng sendiri pun kondisinya sedang mengalami gangguan jiwa.
Sementara itu, ibu kandung Pasha telah lama meninggal dunia sejak Pasha duduk di kelas 3 SD.
Rebi sendiri hanya bekerja sebagai buruh tani tidak seberapa hasilnya.
Hal itu membuat keluarganya pasrah saat Pasha tidak diterima di SMPN 2 Karangmojo.
"Membeli air saja susah, mengingat saat ini masa kekeringan dan sulit untuk mencari air untuk pengairan," ucap Rebi.
2. Pasha menangis saat lihat pengumuman
Pasha menceritakan, saat dirinya bersama teman-temanya mendaftar ke SMPN 2 Karangmojo, ada harapan besar dirinya akan diterima.
Selain nilai yang lumayan bagus dan jarak rumah dengan sekolah tersebut sudah sesuai aturan sistem zonasi, maka Pashap pun lebih yakin akan bisa bersekolah lagi.
Namun, saat hari pengumuman dan melihat namanya tak tercantum, Pasha pun menangis sedih.
"Saya cari nama saya di papan pengumuman kok tidak ada, ternyata saya tidak diterima dan itu rasanya sedih sekali.
Tapi teman saya yang nilainya lebih rendah dan rumahnya lebih jauh (dari SMP N 2 Karangmojo) malah keterima.
Itu yang membuat saya kecewa, padahal nilai saya tidak begitu buruk yaitu 15,83 dan teman saya yang nilainya 13 malah keterima," ujarnya.
3. Sudah siapkan alat sekolah dari hasil menabung
Semangat Pasha ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP memang terlihat saat dirinya sudah membeli peralatan sekolah sebelum lulus SD.