Anak Miskin Ditolak di SMP Negeri, Kalah di Usia dari Peserta Lain
Muhammad Pasha Pratama (12), harus merasakan kekecewaan yang mendalam. Bagaimana tidak kecewa, Ia gagal diterima menjadi siswa SMPN 2 Karangmojo.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Heribertus Sulis
Dirinya mengaku membeli peralatan sekolah tersebut dari uang hasil menabung beberapa tahun.
"Saya inginnya sekolah di SMP 2 Karangmojo, karena dekat, dan teman-teman saya juga banyak yang mau sekolah di situ," katanya kepada wartawan di rumahnya Kamis (11/7/2019).
4. Harapan sang nenek untuk Pasha
Hingga kini Pasha belum memutuskan mendaftarkan ke sekolah lain. Jarak SMP swasta yang terdekat dari rumah Pasha sekitar 5 kilometer.
Namun karena keterbatasan ekonomi, keluarga Pasha masih bingung tentang biaya sekolahnya nanti.
Rebi pun mengaku setiap hari Rebi memberi semangat pada sang cucu.
"Saya ingin Pasha sekolah," katanya.
Sementara itu, menurut salah satu tetangga Rebu, Sarwanto, dirinya juga sering memberikan semangat untuk Pasha.
Pasalnya, sejak tidak diterima sekolah, Pasha sempat mengurung diri di rumah.
"Lalu saya tanya kalau sekolah tidak di SMP 2 Karangmojo bagaimana? Pasha mengaku bingung harus naik apa kesekolah mengingat disini tidak ada angkutan umum."
"Sudah lama daerah sini tidak ada angkutan umum," ucapnya.
5. Pasha tak sendirian, Romi pun juga alami hal yang sama
Romi Kurniawan (12), tetangga Pasha, juga tidak diterima di SMP 2 Karangmojo meski nilainya 18, karena sistem zonasi.
"Saat mendaftar posisi berada di tengah-tengah lalu lama kelamaan tergeser dan akhirnya terlempar dari SMP 2 Karangmojo.
Pilih di SMP 2 Karangmojo karena dekat dengan rumah, sedangkan tetangga ada 4 orang yang diterima di SMP 2 Karangmojo.