Anak Miskin Ditolak di SMP Negeri, Kalah di Usia dari Peserta Lain
Muhammad Pasha Pratama (12), harus merasakan kekecewaan yang mendalam. Bagaimana tidak kecewa, Ia gagal diterima menjadi siswa SMPN 2 Karangmojo.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Heribertus Sulis
Nilai saya 18 dan yang diterima nilainya kurang dari saya," ucapnya.
Namun, Romi, dirinya lebih beruntung karena keluarganya tergolong mampu.
Untuk berangkat sekolah dirinya pun diantar oleh keluarganya.
Akhirnya dirinya mendaftar ke sekolah swasta di Kota Wonosari.
6. Penjelasan Dinas Pendidikan Gunung Kidul
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Kidul, Kisworo, mengatakan, saat pendaftaran ada 3 kriteria yang menentukan apakah siswa tersebut diterima atau tidak.
Adapun 3 kriteria itu, yang pertama diprioritaskan adalah jarak dari rumah ke sekolah, keduanya adalah umur, dan ketiga adalah saat pendaftaran.
Pihaknya sudah mendengar keluhan para siswa yang gagal masuk ke sekolah tersebut.
"Kita sudah cek langsung, dan memang ada murid yang lebih dekat dibandingkan Pasha. Kalaupun jaraknya sama kalah di usia berdasarkan berkas yang bersangkutan lebih tua tiga hari," ucapnya.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait adanya kebijakan dari pusat.
Batasan usia pendaftar PPDB SMP tidak lebih dari 15 tahun.
Namun, jika rata-rata usia pendaftar adalah 12 tahun atau 12 tahun lebih 1 hari maka otomatis Pasha terlempar dari peringkatnya. (sumber intisari online)
Artikel ini sudah tayang di Intisari-Online.com dengan judul : Kisah Pasha, Anak Keluarga Miskin Ditolak di SMP Negeri, Terlanjur Beli Alat Sekolah hingga Mengurung Diri di Kamar