Mencari Teman Tidur Satu Malam hingga Mendapatkan Jodoh, Aplikasi Ini Jadi Banyak Penggunanya

Membuat orang terkejut ia menemukan jodohnya di aplikasi Tinder. "Karena stigmanya Tinder dan aplikasi lainnya ini sekarang jadi sarana BO," katanya.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Teguh Prasetyo
kompas.com
Ilustrasi - maraknya aplikasi kencan, banyak cerita ajang pencarian jodoh saat ini. Mulai dari orang iseng, hingga bertemu jodoh di aplikasi kencan online. 

Mencari Teman Tidur Satu Malam, Open BO, Hingga Mendapatkan Jodoh lewat Aplikasi Kencan Tinder

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Diera sekarang ini, kenal dari media sosial, atau aplikasi kencan kemudian berujung ke pelaminan bukan hal yang asing lagi. 

Meski terkadang aplikasi kencan disalah gunakan oknum hidung belang, untuk mencari wanita pekerja seks (Psk). 

Seperti baru-baru ini marak di Lampung, salah satu aplikasi kencan diduga banyak digunakan untuk prostitusi online. 

Adalah kisah, Nopian (27) dan Chika, yang sukses hingga ke pelaminan setelah menggunakan aplikasi kencan. 

Charming, Supel, Bawel. Tiga ini digunakan Nopian (27) untuk menggambarkan Chika, perempuan yang dinikahinya April 2019 lalu.

Nopian tak menyangka keisengannya mencari teman perempuan di Tinder empat tahun lalu berujung ke pelaminan.

"Dari gue jomblo hampir tiga tahun. Seminggu Tinderan langsung dapat teman ngobrol seru," kata Nopian seperti dikutip Tribunlampung dari Kompas.com. 

Di akhir 2015, Nopian yang sudah cukup lama melajang disarankan temannya untuk mengunduh aplikasi Tinder.

Saat itu, Tinder sedang booming di Indonesia.

Aplikasi ini bak katalog yang menampilkan foto dan deskripsi singkat orang-orang dalam jarak tertentu.

Pengguna tinggal swipe kanan jika suka dan swipe kiri jika tak suka.

Setelah keduanya saling swipe kanan atau match, baru mereka bisa berinteraksi.

"Dari seminggu pakai Tinder, ketemu Chika itu udah match orang ke-belasan. Tapi (dia) yang enak diajak ngobrol, nyambung, dan seru. Sampai mutusin akhirnya kopdar (kopi darat, bertemu langsung) di acara musik di Museum Satria Mandala," kenang Nopian.

Dari tujuan awal mencari teman perempuan dan membunuh sepi, Nopian melanjutkan hubungannya dengan Chika.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved