Tribun Lampung Tengah

Asyik Isap Sabu di Dapur, Sopir Truk Ini Dicokok Polsek Terbanggi Besar

Asyik mengisap sabu di dapur rumahnya, seorang sopir truk bernama Arip Riyanto (30) dicokok jajaran Polsek Terbanggi Besar.

Asyik Isap Sabu di Dapur, Sopir Truk Ini Dicokok Polsek Terbanggi Besar
Istimewa
Arip Riyanto (kiri) bersama barang bukti diamankan petugas Polsek Terbanggi Besar di rumahnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERBANGGI BESAR - Asyik mengisap sabu di dapur rumahnya, seorang sopir truk bernama Arip Riyanto (30) dicokok jajaran Polsek Terbanggi Besar.

Penangkapan warga Kelurahan Bandar Jaya Barat, Terbanggi Besar, Lampung Tengah ini terjadi pada Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Berawal saat sedang melakukan patroli rutin di kawasan Bandar Jaya Barat, anggota Polsek Terbanggi Besar mendapat laporan dari warga ada seorang pria yang sedang mengonsumsi narkoba.

Saat dilakukan pengintaian, didapati Arip sedang berda di dapur rumahnya.

"Lalu anggota masuk ke dalam rumah dan langsung menyergap pelaku di dapur rumahnya. Benar saja, pelaku sedang asyik mengisap sabu," kata Kapolsek Terbanggi Besar Ajun Komisaris Riki Ganjar Gumilar, Senin (12/8/2019).

Saat itu, lanjut Riki, Arip berusaha membuang alat isap sabu yang terbuat dari botol minuman ringan ke sudut dapur.

"Kemudian kita lakukan penggeledahan terhadap badan tersangka, dan didapati plastik kecil bening yang berisi kristal bening diduga sabu-sabu di dalam saku baju bagian depan," sambung Riki.

Kompak, Ibu dan Anak di Pringsewu Terciduk Sedang Pesta Sabu Bareng

Gerak-gerik Mencurigakan, Polisi Temukan Sabu dan Senjata Tajam dari Pria Ini

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti satu alat isap sabu/bong, satu pipa kaca bening berisi sisa sabu, dua korek api gas, satu linting kertas rokok warna cokelat, dan satu plastik kecil bening berisi kristal yang diduga sabu-sabu.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pelaku terancam hukuman 4 hingga 12 tahun penjara," pungkasnya.

Arip mengaku mengonsumsi sabu untuk membuat staminanya tetap prima.

"Sudah lebih satu bulan (konsumsi sabu). Saya dikasih tahu teman biar stamina kuat buat kerja (sopir), pakai sabu," ujar Arip di Mapolsek Terbanggi Besar.

Dalam sepekan, ia bisa mengonsumsi sabu dua hingga tiga kali.

Namun karena kondisi keuangan yang terbatas dan penghasilannya yang tak menentu, Arip membeli paket kecil sabu dengan cara patungan.

Serbuk haram itu ia beli dari seseorang di kawasan Bandar Jaya Barat.

"Sama kawan belinya. Sum-suman (patungan). Satu paket itu Rp 100 ribu," tambahnya. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam) 

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved