Pak Bos Dapat Rp 5,7 Miliar dari Penipuan Perekrutan CPNS Selama 8 Tahun, Modusnya Terkuak

Seorang pria memperoleh uang senilai Rp 5,7 miliar dari hasil penipuan perekrutan CPNS.

Pak Bos Dapat Rp 5,7 Miliar dari Penipuan Perekrutan CPNS Selama 8 Tahun, Modusnya Terkuak
kompas.com/RINDI NURIS VELAROSDELA
Polisi menampilkan seorang tersangka penipuan rekrut CPNS berinisial HM alias Bima dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pria memperoleh uang senilai Rp 5,7 miliar dari hasil penipuan perekrutan CPNS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tersebut berinisial HM alias Bima.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia telah mendapatkan uang senilai Rp 5,7 miliar dari hasil penipuan perekrutan CPNS.

Tersangka beraksi sejak Juni 2010 hingga Juni 2018.

Adapun, jumlah korbannya sebanyak 99 orang.

Menurut Argo Yuwono, tersangka menggunakan yang hasil penipuan tersebut untuk berfoya-foya dan membayar utang.

"Untuk keuntungan yang diterima itu Rp 5,7 miliar itu digunakan berfoya-foya dan bayar utang, jadi gali lubang tutup lubang," kata Argo Yuwono dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

"Nanti kita masih mendalami lagi, uangnya mungkin digunakan untuk kegiatan atau membeli sesuatu yang lain," lanjut Argo.

 Pelaku Penipuan Modus Transfer ATM di Seputih Mataram Ditangkap

Argo menjelaskan, tersangka awalnya tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan.

Lalu, ia menggunakan hasil penipuan tersebut untuk menyewa satu unit rumah kontrakan di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved