TRIBUNWIKI Kisah Jurnalis yang Berkecimpung di Lubang Neraka, Hingga Korbankan Mata Kirinya

Dia melaporkan dari dalam wilayah yang dikendalikan oleh pemberontak Tamil untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana penduduknya kelaparan.

TRIBUNWIKI  Kisah Jurnalis yang Berkecimpung di Lubang Neraka, Hingga Korbankan Mata Kirinya
intisari online
Kisah Jurnalis yang Berkecimpung di Lubang Neraka, Korbankan Mata Kirinya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Banyak kisah jurnalis yang bertaruh nyawa di medan perang.

Mereka mengabarkan langsung dari lokasi perang meski nyawa taruhannya. 

Jurnalis perang tidak bisa dilakukan sembarangan orang.

Hanya mereka yang memiliki mental baja dan kecintaan terhadap dunia tulis menulis ini, yang bisa. 

Salah satunya, Marie Colvin adalah seorang jurnalis Amerika Serikat yang berani dan sukarela bertugas di lapangan, di tempat yang tengah berkecamuk bagai lubang neraka di Bumi.

Colvin bekerja sebagai koresponden luar negeri di surat kabar Britania, The Sunday Times, sejak tahun 1985 hingga meninggal dunia.

Pada tahun-tahun awal karirnya di lapangan, pada 1999 dirinya berada di tengah-tengah kekacauan Timor Timur.

Waktu itu Timor Timur berjuang untuk kemerdekaan dari Indonesia, Colvin berada dalam PBB bersama 1.500 pengungsi.

Mereka dikepung oleh milisi Indonesia yang mengancam meledakkan gedung menjadi berkeping-keping.

Colvin terjebak selama 4 hari, namun publisitas yang dihasilkan ceritanya memberi tekanan besar pada dunia untuk bertindak.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved