Bentrok antar Perguran Silat di Tuban Jawa Timur, Satu Pendekar Silat Kena Bacok. Begini Kondisinya!

Dua Perguran Silat terlibat perselisihan berujung kerusuhan terjadi di Desa Parang Batu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu

Tayang:
Penulis: Romi Rinando | Editor: Teguh Prasetyo
tribunmadura
Depan balai Desa Parang Batu Tuban lokasi kericuhan antara oknum Pendekar Pagar Nusa Vs PSHT. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -Dua Perguran Silat terlibat perselisihan berujung kerusuhan terjadi di Desa Parang Batu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019), sekitar pukul 11.45 WIB.

Kericuhan tersebut melibatkan Pendekar dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan anggota yang diduga dari perguruan Pagar Nusa (PN).

Dari informasi yang dihimpun kejadian terjadi, saat itu PSHT sedang melakukan giat tes jago bagi calon warga di balai desa setempat.

Saat giat berlangsung, tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Pagar Nusa arak-arakan naik sepeda motor dan menggeber gas.

Tak hanya itu, pemuda yang diperkirakan berjumlah ratusan itu juga melempar batu, botol ke arah balai desa, tempat pengesahan warga PSHT.

Pendekar PSHT akhirnya pun keluar, pemuda diduga dari oknum Pagar Nusa bergeser ke arah Bojonegoro.

FOL Target Bawa Otomotif Lampung ke Ranah Nasional

Harga Cabai Merah di Pasar Gisting Masih Tinggi, Bertahan di Harga Rp 70 Ribu per Kg

PON Papua 2020, Aziz Optimistis Atlet Cricket Lampung Raih Medali dan Masuk Timnas

Namun di tengah jalan para pemuda tersebut menjumpai Pamter PSHT diketahui bernama Roni, yang akan ke balai desa.

Sontak Roni yang mengenakan seragam itu menjadi sasaran dari sekumpulan pemuda tersebut, hingga akhirnya dia mengalami luka pada bagian kaki.

"Ya ada ratusan dari oknum PN menyerang kami, lalu menyerang Pamter yang akan berangkat ke balai desa yang tidak tahu ada kejadian apa, hingga mengalami luka bagian paha diduga akibat bacokan yang menyebabkan otot putus," Kata Ketua Ranting PSHT Parengan, Imam Sutiono ditemui di lokasi.

Dia menjelaskan, begitu mengetahui kejadian tersebut ia langsung berkabar kepada anggota PSHT lainnya, hingga berhasil mengamankan sejumlah pemuda dari oknum PN tersebut.

Sebagian yang diamankan dibawa ke Polres dan sebagian di Polsek.

Dari hasil perkembangan yang didapatnya, korban dari PSHT tak hanya satu yang mengalami luka bacok saja.

Melainkan ada 5-6 orang yang juga terluka di bagian kepala akibat lemparan batu dan benda lainnya.

"Ada yang luka bacok dan luka akibat lemparan batu juga. Yang luka bacok dirawat di RS di Bojonegoro," Bebernya.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Cabang Tuban, Abdul Mujib menyatakan, setelah ditelusuri atas kejadian tersebut memang benar ada anak PN. Tapi itu dari Bojonegoro.

Sumber: Tribun Mataram
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved