Tribun Lampung Selatan

Kecamatan Sragi Lampung Selatan Uji Coba Padi Varietas Inpara

Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Lampung Selatan menjajaki pengembangan varietas padi Inpara.

Tayang:
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: martin tobing
tribun lampung/dedi sutomo
Desa Beringin Kencana kecamatan Candipuro dikembangkan sebagai sentra pengembangan beras organik. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Lampung Selatan menjajaki pengembangan varietas padi Inpara.

Budidaya itu tanaman bisa hidup pada kondisi air payau (setengah asin).

Varietas ini akan diujicoba di Kecamatan Sragi, khususnya lahan sawah dekat aliran sungai Way Sekampung yang bermuara di pesisir timur.

“Kita sudah sampaikan ke kementerian agar diberi bantuan benih varietas Inpara untuk bisa dikembangkan sebagai demplot pengujian,” kata Plt kepala Dinas TPPH Lampung Selatan Noviar Akmal, Selasa (27/8/2019).

Pengujian melalui demplot imbuhnya, untuk mengetahui ketahanan varietas padi dengan tingkat keasinan tertentu. “Itu akan menjadi dasar kita untuk mendorong petani menggunakan varietas tersebut,” paparnya.

“Selama ini menjadi kendala petani di dekat bantaran sungai Way Sekampung di kecamatan Sragi. Ketika mereka ingin memanfaatkan air sungai, tetapi kondisinya payau,” terang Noviar.

Siasati Kemarau Panjang, Petani Padi Lampung Selatan Pilih Tanam Semangka

Menurutnya, uji coba budidaya itu bisa menjadi solusi petani saat masa tanam musim kemarau.

Pada bulan-bulan tertentu air laut justru naik ke aliran sungai Way Sekampung dan membuat kondisi air sungai menjadi payau.

Selain uji coba varietas padi Inpara, Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro menjadi sentra pengembangan beras organik. Pengembangan dilakukan Politeknik Negeri Lampung (Polinela),

“Pengembangan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Rencananya pengembangan untuk padi organik di desa Beringin kencana ini akan diperluas,” terang Noviar.

Saat ini luas pengembangannya baru 5,5 hektare. Dari jumlah tersebut yang telah tersertifikasi INOVICE baru 2,2 hektare.

Petani Padi di Lampung Selatan Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Merujuk pemaparan tim Polinela, veras organik dari program Desa Mitra telah memiliki pangsa pasar.

Rencananya ke depan pengembangan tidak hanya pada perluasan, tetap pada keberadaan lembaga koperasi yang bisa menaungi petani.

Produk Turunan

Pengembangan produk turunan beras bakal dilakukan di Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Produk turunan seperti pembuatan tepung beras organik rendah glutin bisa dikonsumsi untuk anak penderita autis.

1.262 Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Lampung Selatan Terancam Puso

“Kita juga akan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan. Karena program ini sangat baik".

"Kita berharap pengembangannya tidak hanya terbatas pada lahan 5,5 hektare, tetapi juga bisa menjadi daerah sentra utama padi organik yang luas,” ujar Noviar.

Sedangkan kerjasama dengan Polinela melalui program Desa Mitra ini akan dijadikan sebagai kampus lapangan untuk para mahasiswa dan penelitian.

“Harapan kita dengan adanya kerjasama seperti ini, akan banyak manfaatnya kepada para petani".

"Ini tentu bisa mendukung program pengembangan sektor pertanian daerah ke depan ditengah tantangan yang kian kompleks,” tandas Noviar. (*).

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved