Tribun Lampung Barat
Di Balik Video Viral Petani di Lampung Buang Berton-ton Tomat ke Jurang
Karena frustrasi, sejumlah petani membuang berton-ton tomat ke dalam jurang. Peristiwa itu terlihat dalam sebuah video yang beredar di WhatsApp.
Penulis: Ade Irawan | Editor: Daniel Tri Hardanto
Di Balik Video Viral Petani di Lampung Buang Berton-ton Tomat ke Jurang
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BALIK BUKIT - Harga tomat yang anjlok hingga Rp 500 per kilogram membuat para petani merugi puluhan juta.
Dalam dua bulan terakhir, harga tomat terus mengalami penurunan.
Hal tersebut termasuk di Lampung Barat.
• Di-bully secara Brutal, Bocah 8 Tahun Dibakar Teman Sekolah, Para Pelaku Tertawa Sebelum Kabur
• Keluar SPBU, Mobil Daihatsu Terios Terbakar, Sebelumnya Sopir Datsun Go+ Terkurung Api Dalam Mobil
Kondisi itu membuat seorang petani terlilit utang hingga Rp 70 juta.
Mirisnya, ia menggadaikan tanahnya untuk modal menanam tomat.
Karena frustrasi, sejumlah petani membuang berton-ton tomat ke dalam jurang.
Peristiwa itu terlihat dalam sebuah video yang beredar di WhatsApp.
Dalam video itu, mereka meminta pemerintah segera menyikapi anjloknya harga tomat.
Hal tersebut agar petani tidak merugi.
Usut punya usut, video tersebut dibuat di Pekon Sedampah, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat beberapa hari lalu.
Dari informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, video itu dibuat seorang warga Dusun Sampot, Desa Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit bernama Fredi.
Saat hendak ditemui, Fredi tidak berada di tempat.
Alhasil, Tribunlampung.co.id bertemu dengan sepupunya, Siti Kotimah.
Siti Kotimah juga bertani tomat di Desa Padang Cahya.