Polinela Siap Sanksi Mahasiswa Diduga Terlibat Aksi Penusukan
Civitas Akademika Politeknik Negeri Lampung (Polinela) siap memberikan sanksi kepada mahasiswa diduga melakukan tindakan kriminal.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Bayu Saputra dan Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Civitas Akademika Politeknik Negeri Lampung (Polinela) siap memberikan sanksi kepada mahasiswa diduga melakukan tindakan kriminal.
Dugaan tindakan kriminal yang dilakukan adalah penusukan terhadap salah satu mahasiswa Polinela.
Penusukan diduga dilakukan empat pelaku yang kini sudah diamankan Polsek Kedaton. Dari pelaku tersebut, dua mahasiswa dari Polinela dan dua lainnya dari Universitas Lampung.
Empat pelaku berhasil diamankan oleh tim gabungan Polresta Bandar Lampung dan Polsek Kedaton di wilayah Kemiling, Minggu (8/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.
Para pelaku bersembunyi di rumah kerabat saat diamankan.
Direktur Polinela Sarono mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari kejadian tersebut. Termasuk dari pihak kepolisian.
• Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa Polinela Ditusuk Adik Tingkatnya, 2 Mahasiswa Unila juga Terlibat
Menurutnya, mahasiswa tidak dibenarkan melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum. Apalagi tindakan itu sudah direncanakan terlebih dahulu.
"Siapapun yang melanggar hukum dan terbukti berbuat kriminal tidak boleh kuliah di sini. Jika terbukti maka akan dicoret status mahasiswanya dan itu kode etik kita," kata Sarono, Senin (9/9/2019).
Terpisah, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unila Hero Satrian Arif mengatakan, pihaknya belum mengetahui ada mahasisiwa kampus ini terlibat tindakan kriminal penganiayaan.
“Secara prinsip, mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan tindakan kriminalitas dan Unila ada kode etiknya. Akan kita keluarkan atau coret dari status mahasiswanya jika terbukti bersalah," katanya
Dekan Fisip Unila Prof Syarif Mahya menerangkan, dugaan ada dua mahasiswa fakultas ini terlibat tindakan penganiayaan tidak benar.
"Jadi tadi sudah saya cek didata kemahasiswaan FISIP bahwa kedua mahasisiwa tersebut tidak ada datanya," katanya.
• Gara-gara Pasang Status Janda di Facebook, Istri Ditusuk Suaminya Berkali-kali sampai Tewas
Pemeriksaan Intensif
Personel Polsek Kedaton masih memeriksa intensif motif empat pelaku penusukan terhadap mahasiswa Polinela. Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan, penusukan bermula dari kesalahpahaman.
Ia menjelaskan, korban Sheva Aldianto (18) dengan salah satu pelaku Nico Armando (18) merupakan rekan satu kampus.
Nico tersinggung lantaran dibilang lambat oleh korban Sheva. "Hanya salah paham, dan tersinggung lalu urusannya jadi panjang dan membesar.
Peristiwa penusukan terjadi di Jalan Soekarno Hatta depan Islamic Center, Minggu (8/9).
• Kanit Reskrim Ditusuk Penjahat, Sempat Buang Tembakan ke Udara
Korban Sheva merupakan mahasiswa D4 Peternakan Polinela, warga Mekar, Jabung, Lampung Timur mengalami luka tusukan di perut bagian kiri.
Informasi yang dihimpun, Sheva ditemani I Made Krisnanda (18) warga Way Kanan bertemu dengan Nico Armando (18) mahasiswa Polinela warga Pakuan Ratu, Way Kanan.
Tujuan pertemuan ingin mencari solusi karena keduanya sempat bersitegang.
Selang beberapa waktu, datang secara bersama-sama tiga rekan Nico dan langsung mengeroyok Sheva dan Krisnanda.
Akibatnya Krisnanda mengalami luka lebam, sedang Sheva mengalami luka tusukan di perut bagian kiri. (*)