Tribun Lampung Tengah

2 Sopir Digerebek Polisi Saat Asyik Pesta Sabu di Rumah

Dua warga diamakan Satuan Reserse Narkoba Polres Laampung Tengah di Kampung Tanjung Pandan, Kecamatan Bangun Rejo, saat sedang asyik mengisap sabu.

2 Sopir Digerebek Polisi Saat Asyik Pesta Sabu di Rumah
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Pelaku Ahmad Suratno dan Parman, serta barang bukti sabu dan alat hisap yang diamankan Satres Narkoba Polres Lamteng. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANGUNREJO - Dua warga diamakan Satuan Reserse Narkoba Polres Laampung Tengah di Kampung Tanjung Pandan, Kecamatan Bangun Rejo, saat sedang asyik mengisap sabu.

Polisi dari penggerebekan tersebut mengamankan barang bukti empat plastik bening berisi narkotika jenis sabu sisa pakai, satu alat hisap/bong, dua korek api gas dan satu jarum sumbu api.

Dua orang yang diamankan yakni Ahmad Suratno (38) warga Dusun I Tanjung Pandan, Kecamatan Bangunrejo dan Parman (49) warga Dusun Pancabakti I, kecamatan Tegineneng, Pesawaran.

Kepala Satres Narkoba Iptu Andre Try Putra, Selasa (10/9/2019) mengatakan, penggerebekan dilakukan di rumah pelaku Ahmad Suratno, Minggu (8/9/2019) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kami mendapatkan laporan warga, jika di rumah Ahmad Suratno sering dijadikan tempat pest narkoba. Saat itu langsung dilakukan penyelidikan oleh jajaran kami," terang Iptu Andre Try Putra.

Andre Try melanjutkan, saat dilakukan pengintaian, terlihat dua orang masuk ke dalam rumah. Setelah dilakukan penyergapan keduanya sedang asyik mengisap sabu di ruang tengah rumah.

Pengurus PMII Lamteng Sebut Konkorcab ke VII Telah Hilang Makna

"Didapat dua orang sedang pesta sabu di ruang tamu, dan kedua pelaku beserta barang bukti kami bawa ke Mapolres Lamteng guna penyelidikan lebih lanjut," kata Iptu Andre Try Putra.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku Ahmad Suratno dan Parman dijerat pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) hurup a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara.

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir mengatakan, setidaknya sudah beberapa bulan terakhir mengonsumsi serbuk kristal haram tersebut.

Mereka mengonsumsi sabu dengan alasan untuk menjaga stamina, karena jarak tempuh kendaraan mereka hingga keluar kota antar provinsi.

"Kami beli di Gunung Sugih Baru (Pesawaran). Setiap satu minggu sekali kami beli dengan harga satu paket kecil Rp 300 ribu," kata Ahmad Suratno.

Ia melanjutkan, untuk satu kali konsumsi sabu mereka biasa membeli dua hingga tiga paket kecil sabu. Untuk membeli sabu, kedua pelaku patungan menyisihkan hasil pendapatan mereka.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved