Tribun Bandar Lampung

Ditreskrimum Polda Lampung Tetapkan Status Terduga Guru Cabul Madrasah Aliyah Besok

Ditreskrimum Polda Lampung akhirnya memeriksa terduga guru sekolah dasar Madrasah Aliyah yang mencabuli siswinya.

Ditreskrimum Polda Lampung Tetapkan Status Terduga Guru Cabul Madrasah Aliyah Besok
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ditreskrimum Polda Lampung Tetapkan Status Terduga Guru Cabul Madrasah Aliyah Besok 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ditreskrimum Polda Lampung akhirnya memeriksa terduga guru sekolah dasar Madrasah Aliyah yang mencabuli siswinya.

Namun demikian, Ditreskrimum Polda Lampung baru akan menentukan hasilnya setelah melakukan gelar perkara.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M Barly Ramadhany mengatakan, pihaknya baru melaksanakan gelar perkara pada Selasa 10 September 2019.

"Kemarin (Senin 9/9/2019) sudah dilakukan pemeriksaan, termasuk saksi terlapornya," ungkap Barly Ramadhany, Selasa 10 September 2019.

Barly mengaku belum bisa menyampaikan hasil gelar perkara tersebut lantaran masih dalam proses.

"Mungkin besok (Rabu) hasilnya, karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui," imbuh Barly.

Diketahui, apabila dalam hasil gelar dinyatakan naik ke tingkat penyidikan, maka terlapor akan jadi tersangka.

 Kerap Tonton YouTube, Bocah 7 Tahun Lakukan Pencabulan Terhadap Seorang Balita di Belakang Rumah

 Berita Tribun Lampung Terpopuler, Minggu 18 Agustus 2019 - Anggota DPRD Dilaporkan Kasus Pencabulan

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Lampung tindak lanjuti laporan siswi Madrasah Aliyah yang hamil tujuh bulan atas dugaan tindak pencabulan oleh oknum guru sekolah dasar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Barly Ramadhany mengatakan, terkait pelaporan dugaan tindak asusila Jumat 6 September 2019, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan memeriksa para saksi.

"Dari orangtua melapor adanya tindak pidana pencabulan, hari ini (Senin) kami periksa saksi-saksi," ungkap Barly Ramadhany, Senin 9 September 2019.

Barly menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan terkait pengaduan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Saat ini masih lidik, tapi tidak menutup kemungkinan dengan mekanisme yang ada, melalui gelar (perkara), kalau memenuhi unsur maka kami tahan (terlapor)," ujar Barly.

Barly menambahkan, sejauh ini terduga pelaku pencabulan baru satu orang.

 

"Tapi tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain, jika terbukti ada keterkaitan orang lain, bisa jadi tersangka lebih (satu orang)," imbuh Barly.

Sebelumnya diberitakan, diduga dicabuli hingga hamil tujuh bulan, siswi Madrasah Aliyah 'mengadu' ke Polda Lampung.

Siswi yang diketahui berinisial AA (16) warga Pesawaran tersebut, diantarkan oleh bibinya mengadukan kejadian yang menimpanya ke Polda Lampung, Jumat 6 September 2019.

Bibi AA, HS (37) mengatakan, perbuatan cabul tersebut terbongkar setelah pihak keluarga menaruh curiga atas bentuk badan keponakannya ini.

"Awalnya kami gak curiga, memang anak ini sakit-sakitan, muntah-muntah kemudian diperiksa ke bidan, katanya maag, tapi makin hari perutnya makin besar," kata HS saat di Mapolda Lampung, Jumat 6 September 2019.

"Terus keluarga ini ngedesak, gak lama mau ngomong, pas 17 Agustus, kalau kejadian itu (pencabulan), dan sekarang hamil," imbuhnya.

HS pun mengatakan, jika keponakannya ini dicabuli oleh dua orang yang baru dikenalnya di rumah temannya R.

"Jadi katanya pas di rumah temannya ini awal mulanya, pas di sana rumah dikunci semua dan dipaksa untuk berhubungan (badan)," jelas HS.

Adapun diduga pelaku pencabulan, kata HS, yakni W dan D.

"W ini paling sering, dan dia sudah berkeluarga, dia guru hononer sekolah dasar," tuturnya.

HS pun menjelaskan, W bisa melakukan aksi bejatnya berulang kali lantaran keponakannya diancam foto tak senonohnya disebar jika tak mengikuti kemauan W.

 Empat Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Ngaji, Polresta Balam Masih Lakukan Penyelidikan

 Dulu Jalan Bareng di Partai hingga Semobil, Kini Saling Lapor Kasus Pencabulan & Pencemaran

"Ngakunya berhubungan dengan W ini ada lebih dari 10 kali," terang HS.

Atas kejadian ini, HS mengadukan kejadian yang menimpa keponakannya ke Polda Lampung untuk mencari keadilan.

"Dia ini memang tinggal dengan neneknya, kedua orangtuanya pisah, ibunya kerja di Jakarta, harapannya pelaku ini bisa ketangkap," tandasnya. (tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved