Tribun Bandar Lampung

Pemprov Lampung Berhasil Pulangkan Dua Warga Lampung Korban Perdagangan Orang di Kepri

Pemprov Lampung Berhasil Pulangkan Dua Warga Lampung Korban Perdagangan Orang di Kepri

Pemprov Lampung Berhasil Pulangkan Dua Warga Lampung Korban Perdagangan Orang di Kepri
Kompas.com
Ilustrasi - perdagangan orang 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah berhasil memulangkan dua orang warga Lampung yang menjadi korban perdagangan orang di wilayah Kepulauan Riau.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung Bayana Kepada Tribunlampung.co.id Sabtu (14/9/2019).

"Iya kita sudah berhasil pulangkan dua orang warga Lampung saat MoU bersama dinas P3A (PPPA) Riau," ungkapnya.

Ia mengatakan dalam satu bulan terakhir ini pihaknya telah menerima dua laporan terkait kasus perdagangan orang di Kepulauan Riau.

Saat disinggung terkait identitas warga yang telah berhasil dipulangkan, Kasdis PPPA Provinsi Lampung ini enggan menyebutkan.

Gila Belanja, Wanita Ini Tega Jual Anaknya ke Sindikat Perdagangan Orang Demi Beli Kosmetik

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung itu juga mengaku pihaknya akan berkomitmen mengusut setiap kasus perdagangan orang yang melibatkan warga Lampung.

“Kami akan menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lembaga masyarakat pemerhati anak, serta kepolisian agar menyamakan gugus tugas sesuai bidang penanganan kasus perdagangan orang,” tandasnya.

Menurutnya, dalam kasus perdagangan orang ini biasanya dilatarbelakangi karena kemampuan tenaga kerja yang profesional.

Satu Korban Perdagangan Orang di Bandar Lampung Masih Perawan

Akhirnya kerap disalahgunakan dan diarahkan untuk bekerja di tempat-tempat terlarang atau diperbudak orang.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu peka melihat tawaran tertentu dan mempelajari legalitas pihak yang mengajak bekerja, agar tidak terjebak dalam perdagangan orang.

"Masyarakat harus meningkatkan kepedulian untuk mensosialisasikan waspada apapun bentuk penawaran apalagi iming-iming gaji tinggi," jelasnya.

 (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved