Tribun Bandar Lampung

Polisi Buru 3 Pelaku Pengeroyokan Seniman Mural di Underpass Unila

Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Hanif
Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan polisi masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain dalam kasus penyerangan terhadap seniman mural di underpass Unila.

Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi tiga pelaku lainnya yang merupakan rekan TJ (23).

TJ sendiri sudah diamankan oleh polisi.

"Dari pemeriksaan pelaku, ada tiga yang sudah kami identifikasi, perannya (penganiaya), dan masih kita dalami," ungkap Daud, Senin, 16 September 2019.

Daud menuturkan, pihaknya tengah mengejar ketiga terduga pelaku.

Selain itu, Polsek Kedaton telah berkoordinasi dengan tokoh adat untuk melakukan mediasi.

Dari hasil pertemuan, Daud mengaku para tokoh adat mendukung adanya penegakan hukum dan mengecam aksi premanisme.

"Para pelaku ini memang biang onar dan bikin warga sekitar resah," ucapnya.

Salah Satu Pelaku Penyerangan Pelukis Mural Underpass Unila Baru Keluar dari Penjara

VIDEO Pelukis Mural Underpass Unila Diserang Orang Tak Dikenal

Daud menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan warga setempat.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan warga dan tokoh adat setempat. Mereka tidak ikut-ikutan, hanya melihat (aksi penyerangan)," tandasnya.

Baru Keluar dari Penjara

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap satu pelaku aksi penganiayaan terhadap seniman mural di underpass Unila, Minggu (15/9/2019).  

Pelaku ini ternyata mantan napi yang baru 12 hari keluar dari penjara dari Lapas Kelas II A Kotabumi.

"Satu orang sudah tertangkap inisial TJ (23), baru keluar penjara, lainnya masih diburu," kata Kapolsek Kedaton Kompol M Daud.

Disinggung soal motif pengeroyokan, kata Daud, diduga karena adanya kesalahpahaman saat pelaku menerobos barikade jalan.

"Motif pertama oknum masyarakat yang menerobos ditegur dan gak terima kemudian ribut. Setelah ribut terjadi kasus pengeroyokan. Sementara korban dari pekerja seni," terang Daud.

Lanjut Daud, jumlah pelaku pengeroyokan belum diketahui pasti.

"Kalau informasinya di dalam (mobil) 4 pria dan satu perempuan. Tapi, kami belum tahu ada kaitannya dengan pengeroyokan atau tidak," katanya.

"Yang jelas ada (setelah ribut) beberapa kawan datang. Tapi perannya masih kami dalami, yang lain masih kami kejar," tegasnya.

 BREAKING NEWS - Terduga Pelaku Penyerangan Seniman Mural Underpass Unila Ngaku Habis Minum Vigur

 Fakta Penyerangan Seniman Mural di Underpass Unila, Wali Kota Bandar Lampung Sampai Berang

Terkait penghentian sementara waktu pekerjaan melukis underpas, Daud berharap proyek memperindah kota Bandar Lampung ini tetap terus berjalan.

"Pembangunan ini jangan sampai dihentikan dan dikalahkan oleh aksi premanisme. Kami siap mengawal dan mengamankan program pembangunan Kota Bandar Lampung sepanjang ada koordinasi," tandasnya.

Sementara TJ mengaku, saat terjadi baku hantam tengah berada di bawah pengaruh minuman keras.

"Jadi kami berlima dari kafe Rajabasa. Empat cowok, satu cewek. Abis minum Vigour," terangnya.

Kata TJ, pengemudi mobil berinisial J juga tengah mabuk berat.

"Lalu masuklah ke jalan itu (underpass) numbur-numbur cat. Terus kami berhenti, lalu saya turun mau minta maaf," kata pria yang sempat dipenjara selama tiga bulan karena perkara narkoba ini.

Namun ia tidak menyangka, rekannya dari belakang langsung memukul seniman yang tengah berhadapan dengan TJ.

"Belum minta maaf sudah dipukul duluan sama teman saya dari belakang. Saya langsung dipukul. Ya saya mau gak mau nangkis," sebutnya.

Masih kata dia, kemudian dua rekan lainnya turun dari mobil dan ikut melakukan tindak kekerasan. "Ya seperti itu," kata TJ.

TJ pun mengaku sudah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali dengan perkara yang berbeda-beda.

"Terakhir Lapas Kotabumi karena narkoba. Baru 13 hari lalu keluar," tandasnya.

Diproses Hukum

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta kasus penganiayaan terhadap seniman mural underpass Unila diusut tuntas.

Ia berharap para pelaku dapat diproses secara hukum.

Hal ini diungkapkan Herman HN seusai mendapatkan kabar terkait aksi kekerasan yang dialami pelukis mural saat sedang bekerja di underpass Unila, Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Ini saya minta diproses hukum, baik orangnya maupun kendaraan harus ditahan," kata Herman.

Ia mengatakan, pengerjaan pelukisan mural tersebut untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, tidak boleh ada pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap para pelukis mural tersebut.

Diketahui, belasan seniman mural underpass Unila tibat-tiba diserang puluhan orang tak dikenal.

Awalnya, terjadi gesekan antara pengemudi roda empat yang berusaha menerobos jalan yang tengah ditutup guna melukis dinding underpass.

"Jadi awalnya itu sekitar pukul 03.00 WIB, saya lagi nyeket gambar, tiba-tiba dari arah Rajabasa turun mobil Daihatsu Xenia warna silver bernopol BE 2468 CN. Karena lokasi tidak memungkinkan kendaraan lewat, masih banyak kaleng cat di jalan, mobil dihentikan. Saya bilang tidak bisa lewat, tapi pengendara ngeyel mau nerobos," jelas Koordinator Teknis Pelukisan Mural, Kiki di Polsek Kedaton, kemarin.

Pengemudi lantas menabrak kaleng-kaleng cat serta motor.

Setelahnya pengemudi turun melakukan penyerangan.

"Di dalam mobil ada cewek satu, dan tiga orang pria turun, nyerang. Kami ya kurang dari 20 orang, bersitegang," paparnya.

Namun tak disangka, dari belangkang mobil puluhan orang tak dikenal datang dan ikut melakukan penyerangan.

"Dari situ kami kalang kabut, lari kocar-kacir nyalametin diri. Banyak yang kena sabet besi cor itu. Yang parah Andre karena ketinggal. Kena bagian kepalanya," sebutnya.

Ia meneruskan, beberapa rekan yang berhasil lari berkumpul di Mapolsek Kedaton.

"Ya kami buat laporan dulu di sini," katanya.

Pasca penyerangan itu, satu korban dari seniman mural yang tengah melukis dinding underpas dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Adapun korban tersebut bernama Andre.

Sugiarto, ayah Andre, menyebutkan, anaknya langsung dilarikan oleh teman-temannya ke rumah sakit.

Beruntung, Andre masih tersadar.

"Pelipisnya robek sebelah kiri tadi ada sekitar tujuh jahitan," bebernya. Saat ini, Andre masih dirawat.

Dihentikan

Pasca penyerangan, aktivitas menggambar dinding underpas dihentikan sementara waktu.

Penghentian ini dilakukan agar tidak tejadi hal serupa hingga kondisi benar-benar aman.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung M Yudhi mengatakan, sementara waktu pihaknya menghentikan kegiatan mural di underpas hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Tentunya ke depan dilihat perkembangannya dulu, sementara kami berhenti dulu karena gak nyaman juga kalau ada bahaya lagi (seperti) beginian," ungkapnya.

Kata Yudhi, pihaknya akan mencari arahan dari pemerintah kota bagaimana langkah selanjutnya menyikapi kejadian ini.

"Karena ini repot juga kalau kita terus bekerja nanti ada kejadian besar lagi. Ini ada keributan berarti sudah ada tanda-tanda. Nah, kalau bisa damai dulu baru jalan lagi," tandasnya.

Terpisah, Koordinator Lapangan Kuas Lampung Damsi mengatakan pihaknya tidak akan menyelesaikan dulu gambar di underpas hingga benar-benar nyaman.

"Walaupun dijagaain tapi kalau gak nyaman gak bisa. Saya tegasin kami bukan tukang cat, kami pelukis, dan kami berjuang untuk bagus, dan ini yang diuntungkan juga warga sekitar," tegasnya.

Damsi pun mengakui jika akan ada jaminan kemananan dari Kapolsek jika pihaknya terus mengerjakan lukisan ini.

"Tapi menurut kami itu nggak cukup. Kami harus tahu jawaban kenapa orang ini berbuat ke kita, karena ini gak satu dua orang, tapi ini banyak, apa mereka gak mau underpass dilukis?" sebut Damsi.

Damsi pun akan menghentikan pekerjaan hingga pihaknya mendapat jaminan keselamatan dan juga adanya mediasi dari pihak yang menyerang. "Kalau sudah ada mediasi kami siap bekerja," tuturnya.

 VIDEO Pelukis Mural Underpass Unila Diserang Orang Tak Dikenal

Damsi menambahkan saat ini pihaknya sudah melakukan pembersihan dan alat-alat mural sehingga jalan underpass kembali dibuka.

"Kami hentikan kegiatan, teman teman juga sudah pulang," tandasnya.

Pantauan Tribun saat ini jalan underpas saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan dari dua sisi. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved