Tribun Bandar Lampung

Pengerjaan Lukisan Mural di Underpass Selesai Pekan Depan

Pengerjaan lukisan oleh 50 pemural saat ini dibatasi hingga pukul 22.00 WIB berdasarkan keputusan bersama

Pengerjaan Lukisan Mural di Underpass Selesai Pekan Depan
Tribunlampung.co.id/Deni
Sejumlah anggota Satpol PP, Babinkamtibmas, Babinsa serta anggota kepolisian melakukan pengawalan terhadap proses melukis mural di Underpass Unila, Rajabasa, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengerjaan lukisan mural di sisi kiri underpass (dari arah Tanjung Karang) Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung sudah selesai.

Para pelukis kini mulai melukis mural di sisi kanan underpass.

Koordinator Lapangan Grup Kuas Lampung Damsi Tarmizi, menjelaskan, pengerjaan lukisan oleh 50 pemural saat ini dibatasi hingga pukul 22.00 WIB berdasarkan keputusan bersama.

Waktu pengerjaan tidak lagi dibagi per shift tapi para pemural dibebaskan mengatur jadwal pelukisan.

Terkait target penyelesaian pengerjaan mural, ia memrediksi pekan depan selesai. Para pelukis pun kini menyesuaikan kondisi mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di seputaran underpass.

“Kalau di jam-jam macet (jalur) underpass seperti jam masuk kantor dan pulang kantor dibuka dan khusus mobil pemadam kebakaran dan ambulans dibuka".

Dishub Bandar Lampung Tempatkan Personel 24 Jam Amankan Jalur di Underpass Unila

"Di luar jam-jam itu kalau terjadi kemacetan teramat parah kita buka untuk membantu mengurai kemacetan,” papar Damsi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung Ahmad Husna menjelaskan, pihaknya tetap mengimbau pengendara melintasi di jalur alternatif selama pengerjaan lukisan mural underpass.

Tujuannya, mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan ZA Pagaralam menuju Universitas Lampung dan sekitarnya.

“Apabila pengendara melalui underpass diminta berhati-hati karena di situ ada kepadatan dan juga para pelukis sedang melaksanakan mural",  Kamis (19/9/2019).

"Kita imbau agar pengendara yang memperlambat laju kendaraan saat melintasi underpass dapat mempercepat lajunya. Karena memang tidak bisa mengungkiri mereka juga ingin melihat lukisan itu saat melintas," terangnya.

Ahmad menambahkan, menempatkan personel 24 jam di sekitaran underpass. "Kita tempatkan empat-empat satu shift dan mengikuti saja apa yang dari pelukis," paparnya. 

“Kalau memang mereka saatnya lagi bekerja ditutup total. Kami mengatur (lalu lintas) apabila ada intensitas tinggi dari arus-arus kendaraan. Kalau jam padat kami buka, tapi insidentil,” katanya. (*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved