VIDEO Diskusi Publik AJI-IJTI 'Kebebasan Pers di Ujung Tanduk?', Kabid Humas Polda Ucapkan Maaf

VIDEO Diskusi Publik AJI-IJTI 'Kebebasan Pers di Ujung Tanduk?', Kabid Humas Polda Ucapkan Maaf

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mewakili pihak kepolisian, menyampaikan permohonan maaf atas tindak kekerasan aparat kepolisian terhadap jurnalis saat mengawal aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Ucapan permintaan maaf tersebut disampaikan Zahwani Pandra Arsyad saat hadir dalam diskusi publik bertajuk 'Kebebasan Pers Diujung Tanduk?' yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Lampung, di Umah Bone, Jalan Way Ngison Nomor 3, Pahoman, Bandar Lampung, Minggu, 6 Oktober 2019, mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB.

Zahwani Pandra Arsyad pun memastikan, saat ini para anggota polisi sudah mulai dibekali dengan pelatihan-pelatihan.

Menurut Zahwani Pandra Arsyad, kejadian kekerasan aparat kepolisian terhadap insan pers bukan hanya terjadi saat ini saja.

"Saat orde lama juga ada," kata Zahwani Pandra Arsyad, Minggu, 6 Oktober 2019.

Bahkan, lanjut Zahwani Pandra Arsyad, ada sejumlah penghargaan kepada insan pers untuk mengenang jasa-jasa mereka.

 Sudah Berlangsung 2 Pekan Lebih, Proyek Galian Jalur Pipa SPAM Bandar Lampung Tak Kunjung Selesai

 Berita Perseru Badak Lampung Terbaru - Milan Petrovic Minta Skuatnya Fokus Hadapi Barito Putera

Menurut Zahwani Pandra Arsyad, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat ini mengedepankan prinsip modern, professional dan terpercaya sesuai dengan undang-undang.

Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho menyatakan, setidaknya ada 13 jurnalis yang mengalami intimidasi dan kekerasan selama meliput gelombang demonstrasi di berbagai daerah, akhir September 2019.

"Jumlah tersebut belum termasuk yang meliput demo dalam beberapa hari terakhir," tuturnya dalam siaran pers yang diterima Tribunlampung.co.id, Minggu, 6 Oktober 2019.

Secara umum, lanjut Hendry Sihaloho, bentuk kekerasan terhadap para pewarta seperti intimidasi, pemukulan, penghapusan foto dan video, serta perampasan alat kerja.

Halaman
123
Penulis: ikhsan dwi nur satrio
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved