5 Nelayan Ketapang Terdampar Kena Hantaman Gelombang, Begini Kondisinya Sekarang

5 Nelayan Ketapang Terdampar Kena Hantaman Gelombang, Begini Kondisinya Sekarang

5 Nelayan Ketapang Terdampar Kena Hantaman Gelombang, Begini Kondisinya Sekarang
Foto Dokumen Polair Polres Lamsel
Evakuasi/penjemputan nelayan Kampung Keramat, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang yang terdampar dan diselamatkan warga Sebesi, Kamis, 24 Oktober 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Lima nelayan dari PPI Keramat, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan sempat terdampar di tengah laut.

Kelimanya diselamatkan warga dari Pulau Sebesi yang hendak ke Dermaga Canti, Lampung Selatan, pada Kamis (24/10/2019) pagi.

Para nelayan ini telah kembali ke rumah masing-masing di wilayah Kecamatan Ketapang dan Bakauheni setelah dijemput oleh tim SAR Basarnas.

Kasat Polair Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi Toni Apriyadi mengatakan, pihaknya bersama dengan tim SAR mendapatkan informasi bila ada nelayan yang kapalnya bocor akibat dihantam gelombang.

Ibunda Pengasuh Rafathar Menangis Didatangi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Lihat Videonya

“Kami mendapatkan laporan dari nelayan lainnya tentang adanya 5 orang nelayan dari PPI Keramat yang melaut kapalnya bocor dan trouble mesin. Nelayan tersebut hilang kontak,” terang Toni Apriyadi, Kamis, 24 Oktober 2019.

Polair dan SAR Basarnas pun melakukan pencaharian di lokasi nelayan tersebut melaut di sekitaran pulau Sangiang.

Beberapa waktu kemudian didapatkan informasi jika 4 orang nelayan tersebut diselamatkan oleh kapal penumpang dari Sebesi.

“Tim melakukan penjemputan kepada 5 nelayan tersebut. Dan kini 4 nelayan tersebut sudah berkumpul kembali dengan keluarganya,” kata AKP Toni Apriyadi.

Kasubnit Binmas Air Polair Lampung Selatan Bripka Agung GD mendambahkan dari keterangan nelayan mereka melaut pada Rabu (23/10/2019) sore dengan menggunakan KM Mega Berlian.

KM Mega Berlian dinahkodai Minan Jaya dari Desa Hatta dan 4 orang ABK yakni Saleh, warga Klawi, Amri dan Andika warga Keramat Sumur dan Pergaulan warga Kp Sawah Sumur.

Disdikbud Bandar Lampung Sudah Salurkan 3.500 Seragam Siswa SD Program Biling

Sekira pukul 22.20 WIB, nahkoda kapal menghubungi saksi Hendri warga Kp. Keramat mengatakan jika kapal mereka mengalami trouble mesin dan hanyut diantara pulau Panjurit dan Sangiang.

“Sekitar pukul 23.00 wib, kontak dari para nelayan ini sudah tidak bisa dilakukan lagi. Pada pagi hari Hendry melapor ke Sat Polair. Bersama dengan SAR Basarnas, kita melakukan pencaharian di lokasi nelayan melaut di dekat pulau Sangiang,” kata dia.

Tim SAR melakukan penjemputan setelah mendapatkan informasi jika 5 nelayan dari Kp Keramat diselamatkan oleh kapal penumpang dari pulau Sebesi. Para nelayan ini telah diperiksa kondisi kesehatannya dan telah kembali kepada keluarganya. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved