Tribun Lampung Tengah

Polisi Gerebek Pengedar Sabu Saat Sedang Bertransaksi di Kebun Singkong

Pelaku pengedar narkotika jenis sabu di Kecamatan Way Pengubuan ini, memanfaatkan areal perkebunan singkong sebagai tempat untuk bertransaksi sabu.

Polisi Gerebek Pengedar Sabu Saat Sedang Bertransaksi di Kebun Singkong
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Pelaku Jumadi dan barang bukti sabu di Mapolres Lampung Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,GUNUNGSUGIH - Pelaku pengedar narkotika jenis sabu di Kecamatan Way Pengubuan ini, memanfaatkan areal perkebunan singkong sebagai tempat untuk bertransaksi sabu.

Satuan Reserse (Satres) Narkoba berhasil mengungkap perkara tersebut, dan menangkap satu orang pelaku yang diduga sedang melakukan jual beli serbuk bening haram tersebut.

Kepala Satres Narkoba Polres Lamteng Iptu Andre Try Putra mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma, Jumat (1/11/2019) mengatakan, pelaku yang diamankan yakni Jumadi (30) warga Kampung Gayau Sakti, Kecamatan Seputih Agung.

"Pelaku kita tangkap beserta barang bukti satu bungkus kecil sabu, Selasa (29/10/2019) lalu. Kita lakukan pengintaian, dan sekitar pukul 14.30 WIB, ia dan satu orang lainnya (kabur saat akan ditangkap) sedang di lokasi kebun singkong (di Kampung Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan) bertransaksi sabu," kata Iptu Andre Try Putra.

Kronologis penangkapan Jumadi lanjutnya, pelaku dan satu orang lainnya tampak masuk ke dalam kebun.

Setelah digerebek satu orang berhasil melarikan diri, dan Jumadi berhasil ditangkap.

"Saat kami geledah, didapatkan satu bungkus sabu digenggam di tangan kiri pelaku. Setelah itu, pelaku dan barang bukti sabu kita bawa ke Mapolres Lamteng guna penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku Jumadi dijerat pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaraman 4 sampai 12 tahun penjara.

Jumadi mengatakan, barang bukti sabu merupakan milik orang yang melarikan diri.

Ia menerangkan, baru saja akan membeli barang haram itu kepada orang tersebut.

Namun, nahasnya, saat terjadi transaksi justru ia yang tertangkap.

"Baru mau transaksi (beli sabu). Saya juga tahu dari orang lain, kalau mau beli sabu di kebun itu (Kampung Candi Rejo). Saya baru satu kali beli di situ, karena dapat informasi dari teman," terang Jumadi.(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved