Tribun Bandar Lampung

Masyarakat Bandar Lampung Nantikan Pembangunan 2 Flyover dan 1 Underpass di Titik Macet Kota Ini

Masyarakat Bandar Lampung Nantikan Pembangunan 2 Flyover dan 1 Underpass di Titik Macet Kota Ini

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Foto udara persimpangan Jalan Kimaja-Urip Sumoharjo. Pemkot Bandar Lampung berencana membangun flyover dan underpas di lokasi yang kerap menjadi titik kemacetan pada jam-jam sibuk ini. 

Pemerintah Kota Bandar Lampung siap menggelontorkan dana sebesar Rp 132,5 miliar untuk pembangunan dua flyover dan satu underpass melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 mendatang.

Pembangunan flyover dan underpass ini tidak lain untuk mengurai kemacetan di titik-titik tersebut terlebih di jam sibuk.

Belum lagi ditambah kereta api babaranjang yang melintas sehingga semakin menimbulkan kemacetan panjang.

Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, kali ini anggarannya bersumber dari APBD dan tidak akan melakukan pinjaman.

Herman tidak ingin membebani Kota Bandar Lampung di akhir masa jabatannya.

"Ya (rencananya) akan dibangun pakai APBD 2020. Enggak ada pinjam-meminjam lagi, saya udah mau selesai masa jabatannya," kata Herman HN, Senin (4/11/2019).

Proyek di bidang infastruktur ini akan dibangun di Jalan Sultan Agung Way Halim dengan membangun flyover di atas titik perlintasan kereta api dan juga membangun flyover plus underpass di persimpangan Jalan Kimaja- Jalan Urip Sumoharjo.

"Sudah dilakukan pengukuran di Urip, nanti di bagian perencanaan juga melakukan pengukuran terkait panjang lebar jalan (flyover) yang akan dibangun di Sultan Agung, Way Halim," jelasnya.

Herman membeberkan terkait pembangunan flyover plus underpass di Urip Sumoharjo, ini akan menjadi yang pertama di Lampung.

"Di rel (Urip Sumoharjo) itu kita bangun underpass dan di atasnya flyover. Bakal jadi yang pertama di Lampung," ungkap dia.

Dia mengungkapkan, pembangunan dua flyover dan satu underpass ini merupakan salah satu target pembangunan menjelang berakhirnya masa jabatan Herman HN dan M. Yusuf Kohar.

”Itu salah satu titik termacet di Kota Bandar Lampung. Terutama di Jalan Urip Sumoharjo. Kalau nggak dibuat flyover dan underpass atas-bawah nggak akan selesai masalah kemacetannya,” paparnya.

Lebih detail Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung Iwan Gunawan memaparkan, spesifikasi anggaran untuk pembangunan dua flyover Rp 85 miliar dan untuk underpass Rp 47,5 miliar.

"Panjang tiap fly over diperkirakan 350 meter. Untuk lebar ada panduan di buku teknisnya saya lupa," jelas dia.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan beberapa tahapan pengkajian seperti feasibility study (studi kelayakan), perencanaan DID, dan perencanaan kegiatan fisiknya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved