Bom di Medan

Data dan Fakta Teror Bom di Polrestabes Medan

Ledakan bom terjadi ketika ramai warga datang ke Mapolrestabes Medan untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Tayang:
youtube
Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. 

"Saya ingat anak, langsung keluar berdesak-desakan dengan yang lain," imbuhnya.

Wakapolda Sumut Brigadir Jenderal Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan ada enam korban luka dan satu korban tewas, yakni terduga pelaku.

Selain itu, setidaknya dua mobil dinas dan dua truk dinas rusak terkena serpihan ledakan.

"Ada empat polisi, satu PHL (pekerja harian lepas), dan satu warga sekitar," katanya.

Tidak Tamat Sekolah

Dari identifikasi polisi, terduga pelaku bom bunuh diri adalah RMN, warga yang tinggal di Medan.

Teman masa kecil RMN terkejut mendengar pria yang telah menikah itu nekat meledakkan diri.

W, yang tumbuh bersama RMN di wilayah Medan Petisah, mengenal RMN sebagai orang yang berperilaku baik.

Menurutnya, RMN tidak tamat sekolah.

Setelah menikah, sambung W, teman kecilnya itu pindah bersama istrinya ke daerah Medan Marelan.

"Orangnya baik. Dia pernah jadi ketua BKM (Badan Kenaziran Masjid). Nggak nyangka dia berperilaku seperti itu. Mungkin dia terpapar paham radikal bukan di sini," imbuh W.

Pasca Teror Bom di Polrestabes Medan, Begini Pengamanan di Bandar Lampung

Dililitkan di Pinggang

Mabes Polri membenarkan RMN adalah pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Itu berdasarkan hasil penyelidikan aparat gabungan di tempat kejadian perkara. Termasuk, pemeriksaan sidik jari oleh tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis).

"Inafis berhasil mengidentifikasi pelaku. Pelaku inisial RMN, usia 24 tahun, lahir di Medan. Statusnya pelajar/mahasiswa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved