Bom di Medan
Data dan Fakta Teror Bom di Polrestabes Medan
Ledakan bom terjadi ketika ramai warga datang ke Mapolrestabes Medan untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).
Ia pernah mengunggah dua video, satu di antaranya video parodi tentang Presiden Jokowi.
Dalam video berdurasi 5 menit tersebut, nama Jokowi diubah menjadi Jokopit.
Jokowi tampak sedang diwawancarai awak media saat meninjau banjir di Jangka, Medan.
Sosok RMN sendiri tidak muncul dalam video yang diunggah pada 2 Maret 2013 itu.
Pada kolom keterangan, RMN yang menyambi berjualan bakso bakar selain menjadi ojol masuk di bagian tim kreatif.
Terkait keaslian akun YouTube RMN, Kabiro Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo belum bisa memastikan. Pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Itu semua menjadi rangkaian dari temuan-temuan Densus 88. Itu akan dikaji," ujarnya.
Jangan Takut
Presiden Joko Widodo melalui Juru Bicara Fadjroel Rachman mengutuk aksi teror di Polrestabes Medan.
"Indonesia tidak takut dengan bentuk teror apa pun. Pasti bahu-membahu melawan terorisme. Presiden menyatakan sedih atas korban luka di Mapolrestabes Medan. Beliau mendoakan agar korban lekas sembuh dan segera beraktivitas," kata Fadjroel.
Ia melanjutkan pemerintah menjamin penuh keamanan seluruh masyarakat. Terlebih negara memiliki aparatur keamanan yang siap bekerja menangani aksi-aksi teror.
Di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional "Indonesia Maju" Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi, papar dia, Presiden Jokowi tegas meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku dan jaringannya.
"Sangat penting melindungi 260 juta jiwa. Terorisme akan ditangani kepolisian. Tadi di Sentul, Presiden sudah bertemu Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kadiv Humas Polri, meminta segera bertindak cepat menyelidiki pelaku dan jaringannya," terang Fadjroel.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan semua pihak waspada dengan paham radikalisme. "Ini sebuah bukti nyata bahwa kita semua perlu waspada. Persoalan itu tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Terkait keamanan di markas-markas kepolisian, Moeldoko menyatakan Kapolri akan melakukan perbaikan lewat aturan-aturan yang ada.
"Saya pikir nanti Kapolri akan melakukan perbaikan, melihat kembali melalui protap-protap (prosedur tetap) yang ada seperti apa," katanya.
Menurutnya, perlu ada perubahan terkait pengamanan, mengingat aksi penyerangan terhadap markas polisi bukan kali pertama.
"Ini (terkait pengamanan) perlu ada perubahan-perubahan, karena modus yang digunakan juga berubah," ujarnya.
Satu Pelaku Buron
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia Mahfud MD menyebut ada satu terduga pelaku yang masih dalam pengejaran terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan. "Yang satu lagi lari, masih pengejaran," katanya.
• Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Mengejutkan, Karo Penmas Ungkap Kondisi Keamanan Kantor Polisi
Mahfud MD meminta masyarakat tidak menyebarkan foto maupun video aksi bom bunuh diri tersebut.
"Saya imbau masyarakat nggak usah men-share (menyebar) atau membagikan gambar-gambar yang mengerikan itu. Beritanya saja yang diulas," ujarnya.
Mahfud menjelaskan penyebaran gambar teror justru diinginkan oleh pelaku teror. Ia menambahkan aparat kepolisian sedang mengungkap jaringan pelaku bom bunuh diri tersebut. "Nanti pasti akan terungkap," katanya.(Tribun Network/Tribun Medan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/identitas-pelaku-bom-bunuh-diri-di-mapolrestabes-medan.jpg)