Tribun Bandar Lampung

14 SD di Bandar Lampung Disebut Tidak Memiliki Jamban, Ini Reaksi Disdikbud Bandar Lampung

Berdasarkan data SNV organisasi NGO sanitasi terdapat 14 sekolah dasar (SD) di kota tapis berseri tidak memiliki akses jamban.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu
Kadisdikbud Bandar Lampung Daniel Marsudi 

TRIBUNLAMPUN.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung menegaskan bahwa semua sekolah di Kota Tapis Berseri memiliki jamban.

Kadisdik Bandar Lampung Daniel Marsudi mengatakan tidak mungkin membangun sekolahan tanpa adanya jamban atau toilet.

"Jadi kalau mengacu pada Dapodik, yang mengisi dapodik itu kan yang mengentri tenaga dari sekolah. Mereka tenaga dapodik itu tidak ada pembinaannya, mereka direkrut dari tenaga sekolah yang menjadi petugas entry," ujar Kadisdik dalam menanggapi data SNV organisasi NGO sanitasi.

Memang selama ini, terusnya, petugas Dapodik  tidak dibina oleh Disidkbud.

Mereka mengentry itu sebisa dan sepengetahuan mereka saja.

Dirinya menduga kalau jamban rusak dibilang tidak ada dengan mengharapkan agar ada bantuan dari pemerintah.

19 Warga Terima Bantuan Program Jambanisasi

Saat ini saja ruang kelas masih kurang, memang anggaran cukup terbatas apalagi membuat jamban.

Sebelumnya, Berdasarkan data SNV organisasi NGO sanitasi terdapat 14 sekolah dasar (SD) di kota tapis berseri tidak memiliki akses jamban.

Angka tersebut dari total 254 sekolah yang ada.

Hal ini diungkap oleh Urban Sanitation Specialist SNV Indonesia, I Nyoman Suwartana saat menjadi pembicara dalam singkronisasi kegiatan sanitasi di Swiss-Belhotel.

"Jadi kita dapat data itu dari Dapodik tahun lalu yang dikoleksi untuk 2019 dan ada 14 sekolah tak memiliki toilet," ujarnya.

Jamban yang rusak parah ada 72 SD, persoalan sanitasi ini tidak aman bagi siswa.

Padahal sanitasi ini sangat dekat dengan masalah kesehatan.

Selain itu juga ada 22 sekolah tak memiliki fasilitas cuci tangan pakai sabun.

Ada 64 sekolah tidak menyediakan sabun pada fasilitas cuci tangan.

Permasalahan sanitasi di sekolah ini sangat penting, berhubungan langsung dengan siswa.

Kondisi Instalasi Penampungan Limbah Tinja (IPLT) yang buruk, angka sanitasi yang layak hanya 11 persen.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved