Kebakaran di Kemiling
Kerahkan 2 Damkar, BPBD Butuh 1 Jam Padamkan Api di Kios Tambal Ban Kemiling
Dia menyebutkan, kios yang terbakar seluas 6x5 meter persegi. Terkait penyebab kebakaran, Rizki mengaku masih dalam penyelidikan.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - BPBD Bandar Lampung mengerahkan dua armada pemadam kebakaran guna menjinakkan api yang melalap kios tambal ban di Kemiling.
Kebakaran melanda kios tambal ban di Jalan Raden Imba Kusuma RT 31 Lk 1, Sumberejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (17/11/2019).
Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 12.30 WIB.
"Atas laporan tersebut, kami langsung menurunkan dua unit mobil pemadam," katanya.
"Personel yang turun ada 18 orang. Api bisa dijinakkan sekitar pukul 13.35 WIB," terangnya.
Dia menyebutkan, kios yang terbakar seluas 6x5 meter persegi.
• Kebakaran di Kios Tambal Ban Kemiling, Api Diduga dari Puntung Rokok
• BREAKING NEWS - Kebakaran di Kemiling, Kios Tambal Ban Dilalap Si Jago Merah
Terkait penyebab kebakaran, Rizki mengaku masih dalam penyelidikan.
"Terkait kerugian kurang lebih ada Rp 100 juta," tandasnya.
Dipicu Puntung Rokok
Kebakaran yang melanda kios tambal ban di Jalan Raden Imba Kusuma RT 31 Lk 1, Sumberejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, diduga dipicu puntung rokok.
Saksi mata bernama Ida Fitri mengatakan, sumber api berasal dari kasur yang terbakar.
Dia menduga, kasur itu terbakar karena putung rokok.
Ida menyebutkan, setelah mendobrak pintu kios tambal ban, ia melihat sumber api berasal dari kasur di kamar pemilik kios.
"Saya lihat dari kamar, dan asap putih itu dari kasur," kata Ida, Minggu (17/11/2019).
"Saya mengiranya puntung rokok. Karena pagi itu si Lay pesan teh manis ke saya. Terus ada telepon, saya dengar. Kemudian Lay langsung pergi. Bisa jadi lupa rokoknya," tandasnya.
Dobrak Kios
Melhat asap putih mengepul, Ida Fitri meminta bantuan.
Pedagang soto betawi ini berusaha memadamkan api dengan mendobrak pintu kios.
"Tapi saya gak kuat. Saya tendang gak jebol," ujarnya.
Tanpa pikir panjang, Ida pun meminta bantuan kepada Arif, pegawai mebel di samping kiosnya.
"Ya tadi dipanggilin saya. Terus itu pintu kan gembokan. Saya tendang saja sekuat tenaga," katanya.
Arif pun berhasil membuka pintu kios.
• Kios Tambal Ban terbakar, Toni Dengar Suara Orang Teriak-teriak: Eh Asap Sudah Ngepul
Namun, ia tak menyangka ada tabung gas di dekat ruangan yang terbakar.
Melihat ada tabung gas 3 kg, Arif pun memilih untuk mundur dan menyelamatkan diri terlebih dahulu.
"Niatnya mau madamin pakai alat seadanya. Pas didobrak, ada tumpukan tabung gas. Ya saya mundur. Daripada risiko," ujar Arif. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)