Pencurian Motor Perusahaan di Lamteng

PT Indo Prima Beef Rugi hingga Puluhan Juta Akibat Pencurian Motor dan Mesin Pompa Air

Pihak PT Indo Prima Beef (IPB) mengalami kerugian hingga Rp 43 juta akibat pencurian motor 3 unit yang dialami, Sabtu (18/11/2019) lalu.

PT Indo Prima Beef Rugi hingga Puluhan Juta Akibat Pencurian Motor dan Mesin Pompa Air
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
PT Indo Prima Beef Rugi hingga Puluhan Juta Akibat Pencurian Motor dan Mesin Pompa Air 

"Mengapa kau nak, bisa duduk di sini, masalah apa?" tanya Yus Enidar.

Namun pertanyaan tersebut tak terjawab, keduanya hanya tertunduk lemas.

"Kedua terdakwa sekiranya pada hari Senin 05 Agustus 2019 sekira jam 18.30 WIB bertempat di supermarket Central Poin telah mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, sebagaimana pidana pasal 363 KUHP," sahut JPU Yetty Munira.

Yus Enidar pun sempat kaget jika keduanya telah melakukan tindak pencurian di tempat kerjanya sendiri.

"Kenapa kau hancurkan masa depanmu nak? Ingat nak hanya kejujuran yang ada di dalam diri manusia," seru Yus Enidar.

Terdakwa Dea mengaku mengambil baju-baju dari tempat kerjanya hanya untuk digunakan oleh dirinya.

"Kenapa sesingkat ini pikiranmu nak? Itu menghancurkan masa depanmu semua, cari pekerjaan itu susah," sesal Yus Enidar.

Di hadapan Majelis Hakim, Dea pun mengaku awal mula ia nekat mengambil baju tanpa membayar di tempat kerjanya setelah mendengar cerita dari rekan seprofesinya.

"Teman saya cerita, tapi sudah resign (keluar), terus saya coba," bebernya.

Dea pun mengatakan, bahwa saat mengambil dia bersama temannya Rila dan Indah.

Indah sendiri sudah menjalani persidangan dengan hukuman pidana penjara selama empat bulan.

"Jadi baju diambil dari gantungan, terus sensor dicopotin kami bertiga, tanpa struk, trus dikasih temen yang masuk ke dalam dan dia keluar," terang Dea.

Dalam persidangan perdana ini pun dilangsungkan dengan keterangan saksi.

Yang mana JPU menghadirkan dua saksi, salah satunya Zahra salah satu karyawati yang menyebutkan kecurigaan muncul setelah ia mendapati Indah rekan dari Dea dan Rila menggunakan baju tidur di kosan.

"Saya taruh curiga dari baju tersebut, kemudian dicek di pembukuan memang ada timpang, dilihat dari CCTV ternyata bertiga yang melakukan itu," sebut Zahra.

Yus Enidar pun kemudian menunda persidangan pekan depan dengan agenda tuntutan, namun sebelum ditunda ia berpesan kepada dua gadis tersebut.

"Ibu berharap rangkul lagi sifat jujur dalam bekerja, jangan ambil hal orang lain, berfikir ke depannya nak," ucap Yus Enidar sembari memukul palu.

Terpisah dalam dakwaan, JPU Yetty Munira, perbuatan kedua terdakwa bermula saat keduanya bersama saksi Indah mendatangi counter WTQ mall Center Point tempat para terdakwa dan saksi Indah Mestiawati bekerja.

Kemudian saksi Indah mengambil satu potong pakaian tidur bergambar bunga dan terdakwa Dea mengambil satu potong pakaian serta terdakwa Rila mengambil 3 potong pakaian.

Setelah mengambil, ketiganya berjalan bersama-sama menuju kasir untuk melepaskan sensor matic pakaian hasil curian tersebut.

 Sedang Patroli, Brigadir Rahmat Gagalkan Aksi Pencurian Motor, Simak Aksi Heroiknya

Dan pakaian hasil curian tersebut disembunyikan kedalam boxstock. 

Selanjutnya, saksi Indah menyuruh rekan Devi (DPO) datang ke tempat kerja untuk mengambil pakaian hasil curian tersebut.

Akibat perbuatannya, tempat ia bekerja mengalami kerugian sebesar Rp 2,596 juta dan perbuatan keduanya diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP. (tribunlampung.co.id/syamsir alam/hanif mustafa)

Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved