Breaking News:

Penambangan Pasir GAK

Warga Geruduk 2 Kapal Tambang Pasir di Perairan Gunung Anak Krakatau

Dari hasil pemeriksaan, kapal Mehad I dan Parta Jaya berada 3 mil dari bibir pantai terluar Pulau Sebesi.

Dok Polair Polres Lamsel
Personel Polair Polres Lamsel mendampingi masyarakat yang mendatangi KM Mehad I, Minggu (24/11/2019). Kapal tersebut kedaptaan menambang pasir di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sejumlah elemen masyarakat menggeruduk kapal motor Mehat I dan kapal tongkang Parta Jaya, Minggu (24/11/2019).

Kedua kapal itu kedapatan melakukan penambangan pasir di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Elemen masyarakat yang datang di antaranya dari LSM Amak Raja dan LSM Sentra.

Mereka didampingi personel Polair Polres Lampung Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, kapal Mehad I dan Parta Jaya berada 3 mil dari bibir pantai terluar Pulau Sebesi.

Ternyata kapal itu telah menambang pasir laut di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pemprov Lampung Pastikan Penambangan Pasir di Perairan GAK Ilegal

Walhi Sebut Izin Penambangan Pasir Cacat Hukum: Kami Akan Lapor ke Polda Lampung

Elemen masyarakat menolak adanya aktivitas penyedotan pasir.

Alasannya, aktivitas penyedotan pasir laut oleh PT LIP bisa mengganggu ekosistem di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, penyedotan pasir juga dapat merusak terumbu karang dan memicu longsoran badan Gunung Anak Krakatau.

Jika hal itu dibiarkan, dikhawatirkan tsunami yang terjadi pada akhir 2018 lalu dapat terulang.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved