Breaking News:

Tribun Pringsewu

Iuran Naik Tahun Depan, BPJS 12 Ribu Warga Tak Mampu di Pringsewu Terancam Tak Terbayar

Kepala Dinas Kesehatan Purhadi mengatakan, bila alokasi dana untuk PBI masih belum ada perubahan di Tahun 2020, yakni sebesar Rp 10 miliar.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Iuran Naik Tahun Depan, BPJS 12 Ribu Warga Tak Mampu di Pringsewu Terancam Tak Terbayar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mencari solusi untuk menutupi kekurangan anggaran penerima bantuan iuran (PBI).

Terutama jelang kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Januari 2020.

Mereka yang menyandang PBI adalah warga prasejahtera/miskin alias tak mampu.

Kepala Dinas Kesehatan Purhadi mengatakan, bila alokasi dana untuk PBI masih belum ada perubahan di Tahun 2020, yakni sebesar Rp 10 miliar.

Meskipun ada rencana iuran BPJS Kesehatan kelas III meningkat jadi Rp 42 ribu dari sebelumnya Rp 25.500, kata Purhadi, Pemkab Pringsewu belum menambah alokasi anggaran PBI.

Menurut Purhadi, jumlah kuota penerima PBI melalui APBD Pringsewu tetap, yakni 32.000 jiwa.

Peserta BPJS Kesehatan Urus Turun Kelas, Tak Sanggup Bayar Iuran Dua Kali Lipat

Oleh karena kenaikkan iuran, dana untuk PBI semestinya bertambah Rp 6 miliar, menjadi Rp 16 miliar.

Perhitungan Tribun Lampung, anggaran Rp 10 miliar tersebut, dengan nilai PBI kelas III sebesar Rp 42.000, hanya mampu menkaver 19.841 jiwa per tahun (12 bulan).

Sisanya, 12.159 orang terancam tidak dapat dibantu pemerintah lagi iuran BPJS-nya.

"Nggak mungkin kami mengorbankan masyarakat, karena kami bekerja untuk masyarakat," tukas Purhadi, Selasa, 3 Desember 2019.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved