Tribun Tanggamus

Operasi Cempaka, Polres Tanggamus Sita Ratusan Botol Miras

Ratusan botol minuman keras dan minuman tradisional memabukkan disita dalam Operasi Cempaka Krakatau 2019.

Tribun Lampung/Tri
Polres Tanggamus sita 206 botol miras dan 220 liter minumal tradisional memabukkan plus mengamankan 14 preman hasil Operasi Cempaka 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Ratusan botol minuman keras dan minuman tradisional memabukkan disita dalam Operasi Cempaka Krakatau 2019.

"Untuk minuman keras disita ratusan botol berbagai merek dengan rincian, 127 botol kecil, 79 botol besar, dan 220 liter minuman tradisional memabukkan," kata Wakapolres Tanggamus Kompol MN Yuliansyah, didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, Kanit Resum Inspektur Dua Iman Sobri, Kasubag Humas Inspektur Dua M Yusuf, Jumat (13/12/2019).

Yuliansyah menyebutkan, Satuan Sabhara menyita 77 botol miras.

Lalu Polsek Sumber Rejo menyita sembilan botol dan dua jeriken minuman tradisional memabukkan. 

Selanjutnya, Polsek Limau 15 botol, Polsek Talang Padang 23 botol, Polsek Semaka 12 botol dan satu jeriken minuman tradisional memabukkan, Polsek Cukuh Balak 10 botol dan satu jeriken minuman tradisional memabukkan.

Kemudian, Polsek Kota Agung delapan botol, Polsek Pugung enam botol dan dua jeriken minuman tradisional memabukkan, Polsek Pulau Panggung 36 botol dan dua jeriken minuman tradisional memabukkan.

BREAKING NEWS - Polresta Bandar Lampung Amankan 42 Tersangka dalam 2 Pekan Operasi Cempaka

Operasi Cempaka Krakatau 2019, Polisi Jaring 15 Bandit

"Semua miras dan minuman memabukkan disita dari tempat yang tidak memiliki izin mengedarkan minuman keras," kata Yuliansyah. 

Dalam operasi Cempaka Krakatau 2019, Polres Tanggamus juga berhasil mengungkap delapan perkara.  

"Perkara tersebut meliputi kasus pemerasan, pungli, curas, premanisme, judi dan prostitusi dengan 14 pelaku. Ada satu pelaku yang masuk target operasi," tambah Yuliansyah. 

Untuk kasus yang dominan selama Operasi Cempaka Krakatau 2019 yang diungkap adalah pemerasan di jalan raya, khususnya di Jalan Lintas Barat Tanggamus. 

"Untuk itu, Polres Tanggamus melakukan imbauan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, serta membentuk kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Yuliansyah. 

Hal itu untuk mengarahkan, membina dan melaporkan bila melihat pelaku pungli atau pelaku kejahatan lainnya di wilayah masing-masing.  

Operasi Cempaka memang diadakan untuk menciptakan, menjaga keamanan ketertiban masyarakat jelang akhir tahun. (tribunlampung.co.id/tri yulianto) 

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved