Kisah Korban Longsor dan Banjir di Bandar Lampung
Rumah Suhendri roboh saat hujan deras yang melanda Bandar Lampung sepanjang Sabtu (28/12/2019) malam.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Suhendri, warga Jalan H Sohari, RT 14 LK II, Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Bandar Lampung, masih shock setelah tertimpa reruntuhan rumah yang roboh.
Tangannya mendapat tujuh jahitan.
Rumah Suhendri roboh saat hujan deras yang melanda Bandar Lampung sepanjang Sabtu (28/12/2019) malam.
Seluruh harta bendanya tak ada yang bisa diselamatkan.
Total ada 2 rumah serta satu panglong yang masih milik keluarganya roboh akibat tertimpa dinding gudang saat hujan deras melanda Kota Bandar Lampung.
• BREAKING NEWS - Longsor di Bandar Lampung, 3 Rumah dan 4 Motor Rusak
• Banjir Surut, Ular Sanca 3 Meter Muncul di Kedamaian
Namun bukan cuma rumah dan panglong di Sukamanjur yang rusak.
Beberapa rumah di daerah lain juga mengalami kerusakan akibat diterjang air hujan hingga terkena longsoran Gunung Kubang.
Puluhan rumah warga juga terendam banjir dan jalan-jalan tergenang.
Suhendri (20) menuturkan, kejadian begitu cepat dan tiba-tiba.
"Saya cuma dengar suara air besar. Saya sedang membuang air yang masuk ke dalam rumah. Rumah sedang kebanjiran. Tiba-tiba saja, tembok rumah ambruk dan menimpa saya," tuturnya, Minggu (29/12/2019).
Tubuh Suhendri terjepit di antara reruntuhan.
Ia berusaha berteriak sekuat tenaga minta tolong namun tidak ada yang mendengar.
"Saya berusaha sekuat tenaga mendorong tembok yang menimpa saya. Saya berpikir yang penting selamat, hidup. Akhirnya bisa keluar, kemudian saya berusaha berdiri dan berjalan ke rumah belakang," cerita dia.
Saat kejadian Suhendri sedang sendiri di rumah.
Sementara ibunya, Supinah, sedang berada di rumah samping.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/longsor-di-kedamaian-44.jpg)