Kisah Korban Longsor dan Banjir di Bandar Lampung

Rumah Suhendri roboh saat hujan deras yang melanda Bandar Lampung sepanjang Sabtu (28/12/2019) malam.

Tayang:
Tribun Lampung/Deni Saputra
Kondisi rumah yang tertimpa longsor di Jalan H Sohari, RT 14 LK II, Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Bandar Lampung, Minggu (29/12/2019). Sedikitnya lima rumah rusak terkena longsor pada Sabtu (28/12/2019) malam. 

Sebelum berhasil keluar rumah, Hafiz mengaku kesulitan karena ruang bawah sudah dipenuhi debu bekas material longsoran.

Setelah berhasil keluar, mereka langsung diungsikan ke rumah tetangga.

"Yang penting nyawa kami sekeluarga selamat," kata Hafiz.

Selang waktu kemudian, lanjut Hafiz, datang dinas terkait bersama perangkat pemerintah setempat.

Kedatangan mereka untuk mengimbau warga mejauh 50 meter dari kaki bukit.

Saat ini, sisa-sisa material longsor dari batu batu besar itu belum di evakuasi.

Dikhawatirkan jika langsung dibersihkan akan berdampak pada sisi gunung lainnya.

Mengungsi ke Musala

Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung semalam sekitar dua jam lebih menyebabkan beberapa wilayah di kota ini mengalami banjir meskipun mulai surut beberapa jam kemudian.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunlampung.co.id, banjir sempat menggenangi ruas-ruas jalan protokol seperti Jalan ZA Pagar Alam setengah jam pascahujan mengguyur deras.

Lalu Jalan Pangeran Antasari Morotai, Jalan Tulang Bawang Enggal, Jalan RA Kartini, Jalan Hi Komaruddin, daerah Terminal Rajabasa, hingga ke perumahan di daerah Jalan Pangeran Antasari Vila Citra dan Perumahan Nusantara Permai Sukabumi.

Di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, meskipun air tidak sampai naik ke rumah, jalanan tergenang air setinggi kurang lebih 20-30 cm.

Sementara di perumahan Jalan Durian Gang Arjuna Tanjung Senang, air meluap sampai masuk ke perumahan dan ada yang sampai setinggi lutut orang dewasa.

"Tempat saya rumahnya deket sawah juga, jadi pagi ini bukannya nyusut air malah nambah naik," beber Uci, warga setempat.

Kondisi serupa terjadi di perumahan Tanjung Raya Permai Blok A7 dan Perumnas Way Kandis, Tanjung Senang.

Bahkan ketinggian air yang masuk ke rumah ada yang sampai sepinggang orang dewasa.

Setidaknya ada enam sampai tujuh keluarga yang mengungsi ke musala Tanjung Raya Permai yang berada di dataran lebih tinggi.

"Iya semalam jam 02.00 dini hari ada yang pada ngungsi ke musala karena rumahnya kena banjir sampai sepinggang. Ini air juga belum sepenuhnya menyusut," beber Meriska, warga sekitar.

Kerusakan

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno mengatakan, hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Sabtu malam mengakibatkan 19 titik mengalami genangan air dan lima rumah rusak.

"Bukan banjir tapi genangan, ketinggian genangan rata-rata 30-60 cm. Disebut banjir jika intensitas hujan hingga 6 jam tanpa henti dan masyarakat tidak bisa beraktivitas," kata dia.

Meski begitu, Sutarno mengaku, pihaknya terus bersiaga untuk mengantisipasi dan membantu warga yang terkena genangan air.

"Saat ini masih proses penyedotan, karena masih ada beberapa rumah warga yang tergenang. Sedang kami upayakan, lumpur juga sedang kami proses," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/ Hanif Mustafa/Sulis Setia Markhamah/Joviter Muhammad)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved