Tribun Lampung Utara

Ribuan Ikan Mati Diduga karena Gas Beracun, Petambak di Lampung Utara Rugi Miliaran Rupiah

Ia menjelaskan kondisi cuaca beberapa waktu terakhir membuat suhu air, khususnya di keramba-keramba, menjadi tidak menentu.

Dokumentasi Petani Keramba Way Rarem
Ribuan ekor ikan mati di keramba-keramba Bendungan Way Rarem, Lampung Utara, Sabtu (4/1/2020). 

Haidir mengungkap jumlah keramba di Bendungan Way Rarem mencapai 7.000 unit.

Khusus milik saudara iparnya, jumlah keramba sekitar 94 unit.

"Satu kotak keramba ukurannya 12 x 12 meter. Menyerap tenaga kerja sekitar 28 orang," imbuhnya.

Harga ikan saat ini, menurut Haidir, senilai Rp 25 ribu per kilogram.

Dengan perhitungan 240 ton ikan mati yang setara dengan 24 ribu kg ikan, maka nilai jual ikan tersebut diperkirakan mencapai Rp 6 miliar.

Kerugian dari nilai jual ikan itu belum termasuk modal, seperti pakan dan lainnya.

Hingga Sabtu, Haidir dan petambak ikan lainnya membersihkan keramba dari ikan-ikan yang mati.

"Sekarang saya sedang beres-beres. (Keramba) disemprot dan (ikan-ikan) dikeluarkan semua (dari keramba)," ucapnya.

Gas Bekas Pakan

Sementara Pandayani, pemilik keramba ikan, mengungkapkan peristiwa awal terjadi pada Rabu (1/1/2020) dini hari.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved